PHRI Minta Tegaskan Peraturan Perpajakan OTA Asing

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 24 November 2017 - 09:23 WIB

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih (tengah). ketum PHRI Haryadi Sukamdani dan Ketua Umum APJII Jamalul Izza saat membuka events The Hotel Week Indonesia . (Rino/INDUSTRY)
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih (tengah). ketum PHRI Haryadi Sukamdani dan Ketua Umum APJII Jamalul Izza saat membuka events The Hotel Week Indonesia . (Rino/INDUSTRY)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani menilai pertumbuhan digital ekonomi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri perhotelan di Indonesia.

"Digital ekonomi oke, kita mendukung penuh. Tapi harus ingat, digital itu adalah untuk meningkatkan produktivitas ekonomi kita, ekonomi bangsa kita. Kalau ada digital ekonomi lalu tidak menghasilkan nilai tambah yang maksimal untuk kita, terus gunanya untuk apa?," katanya  dalam seminar The Hotel Week Indonesia di Jakarta Convention Center, Kamis (23/11/2017).

Hariyadi menilai industri perhotelan trennya semakin siginifikan, dan jika berbicara  dari segi reservasi, pertumbuhannya sudah 15 hingga 20 persen sudah beralih ke online.

"Bahkan, ada hotel-hotel yang sampai sudah 90 persen reservasinya melalui online. Jadi, trennya sangat positif," sambungnya.

Tetapi, Hariyadi menyangkan begitu pesatnya dunia digital sehingga membuat Online Travel Agencies (OTA) asing atau travel online dianggap tidak menguntungkan bagi industri perhotelan.

Dan, menurutnya mereka yang berkecimpung di dunia OTA harus mempunyai badan usaha di Indonesia.

"Pertanyaannya adalah, transaksi yang begitu besar, jatuhnya kemana? kalau jatuhnya ke badan usaha tetap di Indonesia ya baguslah. artinya masuk ke negara, ya syukur-syukur perputaran dari ekspansinya di dalam negeri," sambungnya.

Dari segi transaksi, Ia menilai bahwa mereka tidak punya badan usaha di sini, dan OTA dianggap tidak mau bayar pajak. "Kita cuma terima bersih, karena mereka tidak punya badan usaha, akhirnya ambil komisi 15 hingga 30 persen," tegasnya.

Untuk itu, Hariyadipun sudah bicara dengan Dirjen Pajak dan OTA lokal untuk berbicara mengenai pajak terhadap OTA asing. "Prinsipnya, PHRI meminta melalui pemerintah, tolong dong diberesin. Kita cuma minta ikut aturan kita, aturan perpajakan kitam Jadi, dengan begitu kita juga lebih sehat dalam persaingan," tandas Hariyadi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemerintah dan DPR Mulai Lakukan Pembahasan RUU SDA

Senin, 22 April 2019 - 15:40 WIB

RUU SDA Dikhawatirkan Bisa Jadi Bumerang Bagi Pemerintah

RUU Sumber Daya Air yang sedang dibahas Pemerintah bersama DPR saat ini dikhawatirkan bisa menjadi jebakan atau bumerang bagi Pemerintah sendiri. RUU ini bisa saja malah menyeret pemerintah…

PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) turut memberdayakan ibu-ibu rumah tangga disekitar kawasan industri dengan berbagai pelatihan kewirausahaan.

Senin, 22 April 2019 - 15:21 WIB

PT JIEP Kembangkan Wirausaha Wanita Pemula Melalui Satu Rumah Satu Usaha

Dalam mendukung lahirnya Kartini-Kartini baru di era sekarang, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) turut memberdayakan ibu-ibu rumah tangga disekitar kawasan industri dengan berbagai…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengungunjungi pabrik Mainan PT Mattel Indonesia

Senin, 22 April 2019 - 15:05 WIB

Industri Mainan Dalam Negeri Terus Banjiri Pasar Ekspor

Industri mainan menjadi salah satu sektor manuaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada tahun…

Direktur Utama Bank BTN, Maryono (kanan), bersama pihak PNM melakukan penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (CSPA) di Jakarta, Senin (22/04/2019).

Senin, 22 April 2019 - 14:09 WIB

Bank BTN Akuisisi 30 Persen Saham Anak Usaha Permodalan Nasional Madani

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membeli 30 persen saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Saham yang dibeli Bank BTN tersebut adalah milik PT Permodalan Nasional…

CEO Crown Group, Iwan Sunito

Senin, 22 April 2019 - 14:06 WIB

Harga Naik Tiga Kali Lipat, CEO Crown Group: Sekarang Saatnya Beli Apartemen

Crown Group selaku pengembang hunian terkemuka di Australia, terus mendorong pembeli untuk berinvestasi sekarang dengan dasar keuntungan jangka panjang dan berpotensi melipatgandakan kekayaan…