INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah kembali menawarkan 13 proyek infrastruktur melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) senilai Rp136,5 triliun.

"Betul. Fasilitasi pemerintah via PINA kali ini senilai Rp136,5 triliun, " kata CEO PINA, Ekoputro Adijayanto, menjawab awak media usai menghadiri Infrastructure Insight Forum 2017 di Jakarta, Rabu (22/11/2017)

Dijelaskannya, melalui PINA, pemerintah mendorong agar pembiayaan infrastruktur ke depan tidak hanya bersumber dari APBN, tetapi juga dari pihak lain secara kreatif.

"Pihak lain di sini adalah swasta dan pendekatan yang dilakukan adalah berbasis ekuiti dan secara B to B," kata Eko.

Eko mengatakan, syarat proyek masuk kategori PINA bila dalam proyeksinya mampu menghasilkan tingkat pengembalian investasi di atas 13 persen.

"Nah 13 proyek itu sebagian besar adalah pembangkit listrik dan jalan tol, termasuk juga di dalamnya adalah pengembangan pelabuhan terintegrasi pariwisata Labuhan Bajo, pesawat R80 dan lainnya," kata Eko.

Eko juga mengatakan, melalui skema PINA ini pemerintah akan mengupayakan semacam asuransi proyek jika ternyata pada kenyataannya tidak sesuai harapan.

"Hal semacam ini sangat lazim di dunia," katanya.