Tol Batulicin-Banjarbaru Dukung Sektor Industri KEK

Oleh : Herry Barus | Rabu, 08 November 2017 - 10:06 WIB

Ilustrasi Jalan Tol (ist)
Ilustrasi Jalan Tol (ist)

INDUSTRY.co.id - Banjarmasin- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira mengatakan rencana pembangunan jalan tol dari Batulicin menuju Banjarbaru merupakan salah satu infrastruktur pendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Terpadu (KEK) Batulicin.

Menurut Fajar di Banjarmasin, Selasa, ditetapkannya kawasan industri Batulicin, sebagai salah satu dari empat Program Strategis Nasional (PSN) Kalimantan Selatan, akan membuat daerah tersebut berkembang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mendukung percepatan pengembangan kawasan industri tersebut, tambah dia, Pemprov sedang mengusahakan percepatan pembangunan jalan tol sepanjang sekitar 100 kilometer, dari Batulicin menuju Banjarbaru.

"Jalan tersebut untuk menghubungkan, kawasan industri dengan pusat perdagangan dan pusat ekonomi daerah lainnya," katanya kepada awak media.

Menurut Fajar, diharapkan pada 2019, pembangunan jalan tol tersebut, sudah masuk dalam Detail Engineering Design (DED).

Dalam pekerjaan konstruksi DED dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

"Rencana biaya pembangunan jalan tersebut cukup besar, bisa mencapai Rp2 triliun, sehingga akan dikaji lebih detail, apakah pembangunan murni oleh pemerintah, atau mengundang swasta," katanya.

Rencananya, dari 100 kilometer pembangunan jalan tersebut, untuk jalur tolnya sepanjang 58 kilometer, dan sisanya adalah jalan pendukung.

Bila jalan tersebut jadi, maka jarak Batulicin - Banjarbaru, yang sebelumnya ditempuh selama lima jam menjadi 2,5 jam.

Menurut Fajar, penetapan Batulicin sebagai PSN sangat tepat, karena daerah tersebut akan menjadi salah satu tonggak kebangkitan ekonomi Kalsel.

Rencananya, di daerah tersebut akan dikembangkan industri baja, perkebunan, industri berbasis sawit, karet dan lainnya.

Sehingga ke depan, Kalsel tidak lagi mengirim bahan mentah ke berbagai negara, tetapi sudah bahan jadi.

"Program ini akan membawa dampak ikutan yang luar biasa, bukan hanya penyerapan tenaga kerja lokal yang cukup besar, juga pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi khususnya juga di Kalsel," katanya.

Terkait lahan serta badan usaha, sudah siap, kini tinggal pengembangan infrastruktur, jalan, listrik penyediaan air bersih dan lainnya, yang bakal terus dibenahi dan dikembangkan.

"Kita akan menuju pada program hilirisasi industri, dan ini akan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kalsel di masa akan datang," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gratis Tarif Listrik ditengah Pandemi Corona

Kamis, 02 April 2020 - 10:18 WIB

Soal Stimulus Tarif Listrik, Dirjen ESDM: Berapun Pakainya ya Gratis, Tidak Bayar

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, keringanan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang regular atau pascabayar akan digratiskan…

PT Anabatic Technologies Tbk Dukung Pemkot Tangerang Bangun Ruang Isolasi

Kamis, 02 April 2020 - 10:14 WIB

PT Anabatic Technologies Tbk Dukung Pemkot Tangerang Bangun Ruang Isolasi

PT Anabatic Technologies Tbk menyambut baik dan siap mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membangun ruang isolasi khusus pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang…

Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi. (Foto Dok Wartakota/Tribunnews)

Kamis, 02 April 2020 - 10:00 WIB

Pelatih Herry IP Siapkan Program Khusus PBSI Jelang Olimpiade

Wabah Covid-19 membuat International Olympic Committee (IOC) menunda penyelenggaraan event olahraga terakbar Olimpiade Tokyo 2020 hingga 23 Juli - 8 Agustus 2021 mendatang. Hal ini mau tak mau…

Produsen Batubara

Kamis, 02 April 2020 - 09:51 WIB

Perpanjangan Kontrak Industri Pertambangan Tidak Otomatis, KESDM: Kedaulatan Negara Tetap Terjaga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Permen No. 7 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral…

Jodi Mahardi, Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi/Staf Khusus Bidang Kelembagaan dan Media

Kamis, 02 April 2020 - 09:30 WIB

Tidak Ada Penghentian Transportasi di Jabodetabek

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan kiriman tautan berita perihal "Corona, Pemerintah Resmi Setop Akses dan Angkutan Jabodetabek"