Pengembang Listrik EBT Butuh Kredit Bunga Murah

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 07 November 2017 - 05:39 WIB

Pembangkit Listrik di Indonesia
Pembangkit Listrik di Indonesia

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Produsen listrik dari  Energi Baru Terbarukan (EBT) swasta/Independent Power Producer (IPP) mengeluhkan sulitnya akses terhadap permodalan.Ironisnya, kesulitan itu terjadi di tengah harga jual energi EBT yang dianggap terlalu murah yang berada di angka 85% dari biaya pokok produksi PLN setempat.  

Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (Meti) Sujana mengungkapkan dengan fakta seperti tersebut di atas, pihaknya kesulitan mencari fasilitas pembiayaan yang memiliki bunga di bawah 11% jika ingin proyek tersebut untung. Padahal, fakta di lapangan membuktikan bahwa rata-rata suku bunga kredit perbankan masih di atas 11%.

"Bank tidak mampu menetapkan bunga di bawah 11 persen. Kami masih membutuhkan bunga rendah untuk mengatasi harga jual listrik yang rendah," kata Sujana dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (7/11/2017)

Tak hanya perbankan saja, bahkan kata Sujana suku bunga pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang notabene merupakan lembaga milik Pemerintah yang ditugasi mendukung pembangunan infrastruktur, juga terbilang masih sangat tinggi dan belum masuk ke dalam skala perhitungan IPP EBT. "SMI bisa sampai 13,5 persen karena mereka menambahkan risiko lain-lain, sehingga tambah sekitar 5 persen," tuturnya.

Sementara itu, di satu sisi selain bunga yang cukup tinggi, tenor jangka waktu pinjaman juga menjadi masalah lain. Menurut Sujana, pembangunan EBT memakan waktu yang cukup lama, paling cepat selesai dalam tiga tahun. Sementara jangka waktu pinjaman hanya lima tahun. Dengan kondisi demikian, praktis sang peminjam hanya memiliki waktu dua tahun untuk mengembalikan investasi. "Jadi tidak mungkin kita bisa kembalikan dalam waktu dua tahun operasi," tuturnya.

‎Direktur Eksekutif Energi Watch, Mamit Setiawan mengatakan pemerintah harus memiliki upaya agar investasi di sektor EBT menjadi lebih menarik.Salah satunya bekerja sama dengan perbankan nasional untuk menyediakan anggaran khusus dengan suku bunga yang terjangkau untuk alokasi pengembangan EBT. "Tentunya dengan menyertakan jaminan pemerintah di situ agar perbankan bersedia," pungkasnya

  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Harjunot Ali

Sabtu, 21 September 2019 - 21:00 WIB

Harjunot Ali Kembali Main Film Horor

Harjunot Ali dikenal sebagai bintang film drama mumpuni. Kalau kemudian Harjunot mau terlibat di film genre horor, karena ia melihat dari sutradara dan rumah produksi yang menggarapnya.

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Sabtu, 21 September 2019 - 19:59 WIB

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan Promo Tanggal Tua, Rasa Muda dengan memberikan…

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Sabtu, 21 September 2019 - 18:00 WIB

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Ikatan Guru Indonesia(IGI) memberikan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia 2019” (API 2019) sebagai wujud apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi bagi dunia pendidikan oleh pejabat…

Penjualan perdana OPPO A9 2020

Sabtu, 21 September 2019 - 17:41 WIB

OPPO Lakukan Penjualan Perdana Perangkat Teranyar A9 2020 di Bekasi

Setelah resmi diperkenalkan pada 17 September 2019 kemarin, OPPO melakukan penjualan perdana perangkat A9 2020 di enam kota yakni Bekasi, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Medan dan Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seusai meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara

Sabtu, 21 September 2019 - 17:40 WIB

Menpar Luncurkan Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Kecamatan Tanara

Masterplan pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.