INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Garam (Persero) berencana membangun dua pabrik pengolahan garam di dua daerah di Jawa Timur pada tahun 2018 dan 2019 dengan nilai investasi Rp 63 miliar. Dua pabrik itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah garam guna memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.

Advertisement

"Dengan adanya dua pabrik itu, kami yakin pengolahan garam bakal meningkat serta dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Direktur Utama PT Garam, Budi Sasongko, di sela acara HUT ke-72 perseroan melalui siaran tertulisnya belum lama ini

Budi mengatakan, pabrik pengolahan garam yang pertama akan dibangun di kawasan pabrik yang sudah berdiri, yakni di kawasan Segoromadu, Kabupaten Gresik, Jatim. Rencananya, revitalisasi dan pendirian unit pengolahan dimulai pada 2018 dengan kapasitas produksi mencapai 5 ton per jam.

Advertisement

"Nilai investasinya mencapai sekitar Rp14 miliar," ujar Budi.

Sedangkan pabrik kedua, lanjut Budi, akan dibangun pada 2019 di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sumenep, Madura. Dengan kapasitas produksi 10 ton per jam, diharapkan pabrik kedua ini mampu menambah kontribusi garam sebesar 60 ribu ton setahun.

Advertisement

"Nilai investasi perseroan sekitar Rp63 miliar. Kalau hasil dari dua pabrik itu digabung, paling tidak pada tahun 2020 produksi kami bisa bertambah sekitar 100 -120 ribu ton per tahun," katanya.

Budi menganggap penting untuk membangun pabrik off farm (pengolahan hasil panen) yang mengolah dari garam bahan baku agar ada added value (nilai tambah). Dengan adanya pabrik itu, Budi optimistis produksi garam bakal meningkat.

Advertisement

Selain pembangunan pabrik pengolahan, Budi mengaku juga akan melakukan revitalisasi lahan penggaraman yang dimiliki. Saat ini, lanjut Budi, pihaknya sedang mempersiapkan revitalisasi lahan yang ada di Madura seluas 5.000 hektare. "Kami sedang mengkaji lahan yang layak dan secara korporasi merevitalisasi dengan skema B to B (Business-to-Business)," katanya.

Selain merevitalisasi lahan, juga akan membuka lahan baru di NTT yang dalam prosesnya sudah berkoordinasi dengan 4 kementrian. Dan rencana penambahan tersebut juga mendapat dukungan dari komisi IV DPR RI yang hadir yakni bapak Viva Yoga