INDUSTRY.co.id - Jakarta-Permatabank tahun ini terus membenahi kineja keuangannya, sehingga anak usasha PT Astra ini terus konsolidasi agar kinerja hinga kuartal IV nanti dapat lebih membaik dar yang sebelumnya.

Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank mengatakan, tidak akan terlalu jor-joran menyalurkan  kredit tahun ini yang penting dapat mengelola aset dan penjualan Non Performing Loan (NPL), makanya tidak heran penyauran kredit turun 17% padda semester I 2017.

“Tahun ini enggak pernah ungkap  target akhir tahun, tapi  moga lumayan bagus, tahun ini konsilidasi tahun depan lebih take off karena  tahun ini berbenah perkuat pondasi,” katanya di Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Tercatat hingga akhir September 2017 (konsolidasi dan tidak diaudit)  PermataBank  membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 708 miliar, dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 1,233 trliun pada periode yang sama tahun lalu. Hal Ini mencerminan peningkatan kualitas aset dibandingkan tahun lalu dan kedisiplinan dalam pengelolaan biaya.

Mengomentari pencapaian ini, Ridha DM Wirakusumah - Direktur Utama PermataBank mengatakan, "PermataBank terus menjaga profitabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan modal yang kuat dan neraca keuangan yang lebih sehat sebagaimana tercermin dalam kinerjanya di tiga kuartal berturut-turut ini. Strategi kami untuk meningkatkan kualitas aset dan penguatan manajemen risiko akan memposisikan pertumbuhan Bank ke depan."

Sejalan dengan fokus pengeloaan kualitas aset dan penjualan NPL di semester pertama, penyaluran kredit menjadi lebih rendah dibandingkan tahun lalu -  turun 17% yoy,  walaupun tumbuh 16% yoy di Unit Usaha Syariah. Meskipun tidak terjadi pertumbuhan kredit dibanding kuartal lalu, Bank telah mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif pada kredit dan dana pihak ketiga di bulan terakhir di kuartal ketiga 2017. Pertumbuhan kredit yang positif tersebut dikonstribusi oleh KPM, KPR, SME dan kredit korporat (wholesale banking).