INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp205,077 miliar sepanjang Januari-September 2017 atau 78% lebih tinggi dari Rp115,185 miliar pada periode yang sama 2016.
Manajemen dalam laporan keuangan Bursa Efek Indonesia, Selasa (31/10/2017), menyampaikan capaian laba ditopang oleh membesarnya pendapatan usaha sekitar 53% menjadi Rp8,714 triliun per akhir September 2017 dibandingkan dengan Rp5,69 triliun pada periode yang sama 2016.
Selain itu, bagian laba ventura bersama yang dicatatkan oleh Adhi Karya juga melonjak signifikan atau lebih dari 300% menjadi Rp119,14 miliar sampai akhir September tahun ini dari periode yang sama tahun lalu hanya Rp26,690 miliar.
Seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan juga meningkat 50% menjadi Rp7,702 triliun sampai akhir September tahun ini dibandingkan dengan Rp5,137 triliun pada kurun waktu serupa 2016.
ADHI juga harus menerima adanya beban lainnya selama periode yang berakhir September 2017 sebesar Rp9,857 miliar. Padahal pada kurun waktu yang sama tahun lalu membukukan pendapatan sekitar Rp147,373 miliar.
Beban keuangan juga melonjak hampir dua kali lipat atau menjadi Rp293,926 miliar selama periode yang berakhir September tahun ini dibandingkan dengan posisi serupa 2016 sekitar Rp157,402 miliar.
Adapun total aset perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp24,432 triliun atau lebih besar dari 2016 sekitar Rp20,09 triliun.