INDUSTRY.co.id -  Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno memberikan target kepada Bank Tabungan Negara (BTN) Persero untuk membangun sekaligus membiayai perumahaan 1 juta unit rumah per tahunnya. Hal ini dikarenakan BTN baru bisa menyuplai kebutuhan rumah 400 ribu unit per tahun.

“Mulai tiga bulan dari MoU dengan 7 BUMN ini harus diawasi. Target kita 1 juta rumah per tahun. Salah satunya bank BTN ini harus ada di ujung tombak, karena bisa membiayai konstruksinya dan membiayai pembelian rumahnya,” kata Rini dalam menyaksikan penandatangan sinergi antar 7 BUMN di kantornya, Kamis (29/12/2016).

Rini menjelaskan, saat ini masih terdapat kekurangan pasokan dari permintaan perumahan sebanyak 13,5 juta unit. Di sisi lain kebutuhan perumahan mencapai 800 ribu per tahun. Sedangkan suplai perumahan hanya 400 ribu per tahun, sehingga menimbulkan kekurangan setiap tahun sebanyak 400 ribu rumah.

Karena itu, melalui kerja sama ini bisa memberikan kemudahan bagi karyawan BUMN memiliki rumah. “Bagaimana pembeli KPR bisa mendapatkan produk-produk untuk pengisian rumah dengan harga yang memadai dan mendapatkan yang terbaik,” sebutnya

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN  Maryono menjelaskan, dari kerja sama ini penerima manfaat itu terdiri atas 21.250 karyawan 7 BUMN yang meneken kemitraan dengan BTN dan 20.000 peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan debitur potensial.

Beberapa fasilitas yang bisa diperoleh dari kemitraan ini seperti kredit atau pembiayaan yang menawarkan suku bunga kompetitif, jasa layanan dana, hingga jasa perbankan lainnya oleh BTN.

Fasilitas kredit pun beragam, mulai dari kredit ringan hingga kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu, kerja sama Bank BTN dengan PTPP dan Perumnas pun bakal mengerek naik pasokan rumah sebesar 46.600 unit setiap tahunnya.

“Peningkatan ini, dalam rangka memenuhi target Program Sejuta Rumah dan mengurangi angka backlog,” jelas dia