INDUSTRY.co.id - Kupang,- Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Stefanus Ratoe Oedjoe menilai untuk mengembangkan pariwisata di NTT diperlukan berbagai fasilitas pendukung seperti jaringan telekomunikasi yang memadai.

Advertisement

"NTT saat ini sudah terkenal dengan sejumlah kawasan wisatanya. Namun hal itu masih kurang didukung dengan jaringan telekomunikasi yang baik, agar wisatawan bisa mempromosikan wisata kita melalui berbagai media sosial," katanya di Kupang, Selasa (24/10/2017)

Hal ini disampaikan usai menjadi pembicara dalam forum diskusi yang digelar oleh Kemenpar dengan mempertemukan sejumlah kalangan akademisi seperti Pater. Gregorius SVD, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Samuel Rebo, PHRI serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Advertisement

Ia mengakui bahwa beberapa kawasan wisata di NTT hampir sebagian sudah dibangun sejumlah jaringan Telkomsel, namun ada juga beberapa daerah yang belum dibangun jaringan Telkomsel apalagi yang memiliki jaringan 4G.

"Selama ini kalau kita perhatikan, jaringan Telkomsel khususnya yang 4G hanya ada di kawasan perkotaan, Yakni di ibu kota Kabupaten, namun jika ditelusuri sampai kecamatan apalagi ke desa sangat sulit ditemukan," tambahnya seperti dilansir Antara.

Advertisement

Padahal banyak kawasan wisata yang belum dikenal yang memerlukan promisi pariwisata yang tentu saja melalui wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata.

Saat ini baru beberapa daerah yang memiliki "Base Transceiver Station" (BTS) seperti di Sumba, Alor serta Kabupaten Kupang, dan itupun hanya ada di ibu kota Kabupaten.

Advertisement

Oleh karena itu ia mengatakan bahwa selain ingin mengankat branding wisata di Labuan Bajo, hal pertama yang harus diperbaiki adalah jaringan telekomunikasi di setiap kawasan wisata.

Tak hanya itu, disamping komunikasi, masalah infrastruktur lain di kawasan menuju lokasi wisata juga harus terus ditingkatkan pembangunannya, sehingga memudahkan wisatawan berdatangan ke NTT.