INDUSTRY.co.id - Jakarta- Chairman Indonesia Shipbuilding and Offshore Association (Iperindo), Eddy Kurniawan Logam mengatakan, hampir 90 persen industri galangan kapal mengerjakan kapal pesanan pemerintah.

"Hampir 90 persen mereka mengerjakan kapal pesanan pemerintah. Karena swasta masih over supplay, jadi saya melihat kebutuhan swasta akan muncul dua tahun kedepan," ungkap Eddy kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (23/10/2017).

Lebih lanjut Eddy menambahkan, industri galangan kapal saat ini masih mengandalkan pesanan dari pemerintah. Dalam dua tahun kedepan dukungan proyek pembangunan kapal pemerintah masih akan mendominasi.

"Kapal pesanan Kemenhub masih banyak yang harus diselesaikan. Tahun depan akan ada kebutuhan kapal perintis 79 unit lagi, belum lagi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta ASDP, Angkatan Laut, dan Basarnas," ungkapnya.

Terkait utilisasi, Eddy menjelaskan, saat ini utilisasi nasional masih belum merata. Sebagian ada yang hampir 90 persen, ada yang 70 persen bahkan ada juga yang tidak ada sama sekali.

"Ini yang menjadi perhatian kami kedepan bagaimana menyeimbangkan utilisasi galangan kapal nasional," ucap Eddy.

Menurut Eddy, investasi industri perkapalan membutuhkan modal yang sangat besar dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, iklim investasi yang kondusif menjadi syarat mutlak agar kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan dapat menjadi lebih optimal.

"Kalau saya lihat beberapa industri galangan kapal akan nambah investasinya, mungkin mereka melihat proyek kedepannya seperti apa," katanya.

Eddy berharap pemerintah memberlakukan perlakuan dan kebebasan yang sama kepada BUMN maupun swasta sehingga akan menimbulkan persaingan yang sehat.

"Dengan persaingan yang sehat akan menghasilkan produk dan kualitas yang terbaik," tutup Eddy.