Pupuk Indonesia Tak Akan Ambil Gas dari Blok Masela Jika Harga di Atas US$3 per MMBTU

Oleh : Hariyanto | Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:07 WIB

Pupuk Indonesia
Pupuk Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, pembangunan pabrik baru bisa mangkrak jika harga gas di Blok Masela berada di atas US$3 per MMBTU.

"Ya kalau dibangun pabriknya bisa mangkrak. Karena kan pupuk Indonesia pabriknya itu sudah tua. Kalau pabrik baru didirikan, diaksih harga mahal, belum biaya investasi, bunga. Kebayang itu biayanya akan bengkak," kata dia di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (16/10/2017).

Aas menilai, angka yang ditawarkan Inpex sebesar US$5 per MMBTU sangatlah tidak pas (visible). "Enggak visible (kalau harga di atas US$3 per MMBTU. Kalau visible itu US$3 per MMBTU lah," ujarnya.

Jika Inpex tetap pada harga tersebut, maka  pihaknya mengaku tidak akan mengambil peluang tersebut. Dia melanjutkan, pihaknya mencari produsen gas yang menjual gas di angka US$3 per MMBTU.

Bila tidak begitu, maka ongkos yang harus ditanggung perseroan untuk produksi pupuk akan sangat besar. "Intinya, saya mencari dimana ada harga gas yang US$3 per MMBTU," kata dia. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 05 April 2020 - 07:02 WIB

Permudah Transaksi Nasabah Korporasi, CIMB Niaga Luncurkan Bizchannel@CIMB

Chief of Corporate Banking and Financial Institution CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, CIMB Niaga senantiasa memberikan dukungan layanan perbankan secara maksimal kepada nasabah Korporasi…

Budi Tampubolon Ketua Dewan Pengurus AAJI

Minggu, 05 April 2020 - 06:30 WIB

Pandangan AAJI Atas Kebijakan Countercyclical OJK bagi Perusahaan Perasuransian

Jakarta-Menindaklanjuti surat OJK nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal tersebut diatas, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Fitur Smart Shodaqoh BNI Syariah

Minggu, 05 April 2020 - 06:20 WIB

Rilis Fitur Smart Shadaqah, Cara BNI Syariah Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Sampai Desember 2019, outstanding pembiayaan BNI iB Hasanah Card sebesar Rp 345,76 miliar dengan jumlah pengguna sebesar 312,535 nasabah.

Surat Himbauan Menunda Mudik Dari Gubernur Sumbar

Minggu, 05 April 2020 - 05:40 WIB

Tulis Surat Kepada Perantau Minangkabau, Gubernur Sumbar: Dunsanak Kami Dimanapun Berada, Mohon Tunda Rencana Pulang Kampung

"Sekali lagi kami mengimbau untuk para perantau Bapak/Ibu/Sdr-i, dan dunsanak kami dimanapun berada, untuk menunda rencana kepulangan ke kampung halaman," tutup Irwan Prayitno.

Upaya Kamla Zona Maritim Tengah Cegah Penyebaran COVID-19 di Sulut

Minggu, 05 April 2020 - 04:40 WIB

Upaya Kamla Zona Maritim Tengah Cegah Penyebaran COVID-19 di Sulut

Virus Corona (COVID-19), Kamla Zona Maritim Tengah meningkatkan pengawasan terhadap personel Bakamla RI sebagai tindakan preventif penyebaran virus corona di wilayah kerja Sulawesi Utara, Sabtu…