INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat total Aset pada kuartal III  2017 sebesar Rp 668,21 triliun atau tumbuh 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 571,51 triliun, dimana kualitas asetnya tetap terjaga pada kondisi yang masih dapat terkelola dengan sehat.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, mengatakan, BNI dapat menghimpun aset di level rendah risiko berkat manajemen risiko kredit yang efektif dan ekspansi kredit yang dilaksanakan secara selektif hanya kepada debitur-debitur berkualitas.

“Indikasi kualitas aset yang meningkat itu ditandai dengan membaiknya NPL, dari 3,1% pada Kuartal III tahun 2016 menjadi 2,8% pada Kuartal III tahun 2017. Begitu juga dengan Loan at Risk ratio yang menunjukkan tren membaik dari 11,8% pada Kuartal III 2016 menjadi ke level 11,1% pada Kuartal III 2017,” kata dia di Jakarta, kamis (12/10/2017).

Selain itu, menurut dia, ekspansi kredit yang terus dilakukan menunjukkan fungsi intermediasi BNI berjalan dengan baik, ditunjukkan oleh Loan to deposit ratio (LDR) yang stabil pada posisi 87,9%.

“Pertumbuhan kredit tersebut tetap didukung oleh fundamental yang kuat dimana tingkat kecukupan permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) tetap terjaga baik, yaitu naik dari 18,4% menjadi 19,0%. Secara fundamental, penyisihan pencadangan juga tetap terjaga dengan baik dengan tingkat coverage ratio naik dari 143,2% menjadi 147,4% yang mengindikasikan kehati-hatian BNI,” katanya.