INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyebutkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun per Kuartal III tahun 2017 mencapai Rp 480,53 triliun atau naik 19,6% dari posisi Kuartal III 2016 sebesar Rp 401,88 triliun. Kontriibusi DPK mayoritas berasal ddar dana murah.
“Komponen dana murah (current account saving account/ CASA) pun menunjukkan peningkatan, yaitu dari sebesar 59,7% dari total DPK pada Kuartal III 2016 menjadi 60,4% pada Kuartal III 2017. Hal tersebut mengantarkan Cost of Fund BNI membaik dari level 3,1% pada Kuartal III 2016 menjadi 3,0% pada Kuartal III 2017,” ujar Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta di Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Pada saat yang sama, BNI terus mendorong terjadinya efisiensi, yang terlihat dari Cost to Income Ratio (CIR) pada Kuartal III tahun 2017 sebesar 41,9% turun dari 42,3% pada Kuartal III tahun 2016. Peningkatan transaksi melalui channel-channel elektronik (e-banking) dan pengembangan digital banking merupakan langkah BNI dalam menciptakan efisiensi dan mendorong pertumbuhan CASA.
Menurut dia, pertumbuhan DPK ini juga tidak terlepas dari upaya BNI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam rangka meningkatkan layanan tersebut BNI menyediakan 2.102 outlet di seluruh Indonesia, belum termasuk kantor-kantor perwakilan di luar negeri. Selain itu, BNI juga menyiapkan 17.966 ATM yang mendukung layanan electronic banking (e-banking) BNI, termasuk di Hong Kong dan Singapura, selain SMS Banking dan Internet Banking.
“BNI juga giat mendukung program-program pemerintah yang dapat memberikan dampak pada perluasan basis nasabah BNI seperti pembukaan Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) bagi pelajar penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP), pembukaan tabungan untuk para petani penerima Kartu Tani, serta pembukaan rekening-rekening baru bagi ibu rumah tangga penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH),” jelas dia.