INDUSTRY.co.id - Bogor_Mandiri Syariah merencanakan menjadi issuer atau penerbit independent kartu e money pada tahun depan. Selama ini Mandiri Syariah sebatas co branding dengan induknya Bank Mandiri. Hingga akhir tahun e money Mandii Syariah ditargetkan mencapai 25 ribu kartu yang beredar di masyarakat sebagai alat transaksi non tunai.
Direktur Distribution & Services Bank Syariah Mandiri Edwin Dwidjajanto mengatakan, menjadi penerbit kartu e money sebatas pembicaraan awal direksi, yang kemungkinan dimantapkan pada 2018.
“Kita akan menjadi issuer sendiri kartu e money pada 2018, namun besaran investasi yang akan dikeluarkan belum tahu,” ujar dia di Bogor, Jumat (6/10/2017).
Ia mengatakan untuk tahun ini akan dikeluarkan 25 ribu kartu e money, walaupun belum bekerjasama dengan pihak minimarket, pihanya optimis akan tercapai penjualan kartu e money sesuai dengan target.
Selain itu, Mandiri Syariah akan terlibat penjualan langsung di pintu gerbang tol, karena sejak direncanakan diwajibkan pengguna jalan tol membayar dengan non tunai, e money Mandiri Syariah belum dijual di gerbang tol. Minggu depan penjualan kartu e meney Mandiri Syariah akan segera ada dijual di lokasi tersebut.
“Saat ini jumlah e-money Mandiri Syariah yang beredar mencapai 18.000 kartu. Insya Allah, tahun ini kami menarget sedikitnya ada 25.000 kartu e-money Mandiri Syariah beredar di pasaran,” ujar Edwin.
Dengan e-money, lanjut Edwin, nasabah bank syariah pelat merah ini dapat melakukan pembayaran di seluruh merchant yang telah bekerja sama, seperti pembayaran tol, tiket Transjakarta, tiket Commuterline, pembayaran parkir, belanja di berbagai merchant, dll.
Untuk pengisian ulang, pemegang e-money dapat melakukannya di seluruh sarana isi ulang Mandiri e-money, cabang Mandiri Syariah atau merchant retail yang telah bekerja sama, baik secara tunai ataupun menggunakan kartu debit Mandiri dan kartu debit Mandiri Syariah.