Hipmi: Dirut PLN Gagal Bangun Sinergitas dengan Swasta Lokal

Oleh : Herry Barus | Selasa, 03 Oktober 2017 - 12:10 WIB

Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia
Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) perlu meningkatkan sinergi dengan pihak swasta lokal dalam rangka memenuhi target 35.000 megawatt (MW) yang telah dibebankan kepada perseroan tersebut.

"Dirut PLN gagal membangun sinergitas dengan swasta lokal," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia dalam rilis, Selasa (3/10/2017)

Menurut dia, pihaknya sejalan dengan surat Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini yang mencemaskan kondisi utang PLN.

Bahlil berpendapat, tingginya beban utang PLN akibat perusahaan itu dinilai berambisi mendominasi dan membangun sendiri pembangkit listrik di program 35.000 MW.

PLN, lanjutnya, dinilai tidak terlalu peduli bermitra dengan pihak swasta, apalagi swasta lokal, meski telah berkali-kali ditegur.

"Indikasi rapuhnya keuangan PLN ini disebabkan keserakahannya sendiri. Dia mau bangun sendiri. Swasta diabaikan," katanya.

Bahlil menegaskan, bila berbagi beban investasi dengan pihak swasta, PLN tidak akan bermasalah dengan utang seperti saat ini.

Ia mencontohkan, PLN terus memperbesar utang antara lain dengan membeli sejumlah "mobile power plant" (MPP) dari Turki serta membangun sendiri sejumlah pembangkit.

"PLN juga membangun sendiri pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil di bawah 100 MW yang sebenarnya dapat diserahkan kepada swasta lokal di berbagai daerah, agar keuangannya tetap aman," papar Bahlil.

Selain itu, ujar dia, dampak dari monopoli PLN atas investasi pembangkit listrik, target pemerintah 35.000 MW terancam tidak tercapai sehingga Menteri ESDM kemudian memperpanjang hingga 2025.

Sebagaimana diwartakan, tersebarnya salinan surat Menteri Keuangan kepada Menteri ESDM dan Menteri BUMN terkait pengelolaan risiko keuangan negara yang bersumber dari kondisi keuangan PT PLN, sempat ramai dibicarakan sebagian kalangan masyarakat.

Pasalnya, salah satu hal yang disorot Menkeu dalam hal itu adalah kinerja keuangan PLN yang terus mengalami penurunan seiring dengan semakin besarnya kewajiban korporasi untuk memenuhi pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang tidak didukung oleh pertumbuhan kas bersih operasi.

Oleh karena itu, PLN diharapkan mampu melakukan efisiensi dalam biaya operasi, terutama energi primer, untuk mengantisipasi potensi risiko gagal bayar, dan adanya regulasi dari instansi terkait yang dapat mendorong penurunan biaya produksi tenaga listrik, seiring dengan ketiadaan penyesuaian tarif tenaga listrik.

Penyesuaian itu dinilai diperlukan untuk menjaga kesinambungan fiskal APBN dan kondisi keuangan PLN yang merupakan salah satu sumber risiko fiskal pemerintah. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Senin, 20 Mei 2019 - 08:01 WIB

Jadi Jutawan Muda dengan Bertani

Gowa - Petani ataupun pekerjaan di sektor pertanian pada umumnya masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Bertani identik dengan pekerjaan kasar, kotor-kotoran, ataupun penghasilan…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 08:00 WIB

DPR: Hilangkan Ego Kelompok yang Lampaui Batas Toleransi Hukum

Ketua DPR Bambang Soesatyo(Bamsoet) mengimbau semua elemen masyarakat segera menghilangkan ego kelompok yang melampaui batas toleransi hukum dan undang-undang (UU). Setiap kelompok masyarakat…

BCA Borong 16 Penghargaan di Ajang Infobank 8th Digital Brand Awards 2019 (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 06:40 WIB

BCA Borong 16 Penghargaan di Ajang Infobank 8th Digital Brand Awards 2019

Torehan prestasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali terukir berkat komitmennya dalam membangun solusi perbankan yang tepat untuk nasabah di tengah masifnya transformasi digital saat ini.…

Chief Business Network Management Officer WOM Finance, Antonius Lijadi (kiri), ketika memberikan bantuan kepada pengurus Masjid Al Ikhlash di Sumur Batu, Jakarta Pusat, Jumat (17/05/2019).

Senin, 20 Mei 2019 - 04:30 WIB

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, WOM Finance Berbagi Kebaikan

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), atau WOM Finance, menunjukkan kepeduliannya saat Ramadhan dengan menggelar kegiatan buka bersama dan bakti sosial di 22 masjid di seluruh Indonesia.…

Raja Ampat Papua Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 21:00 WIB

Pemkab Raja Ampat Dukung Pengelolaan Destinasi Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Provinsi Papua Barat mendorong dua kampung wisata meraih penghargaan "Indonesia Sustainable Tourism Award" atau Pengelolaan destinasi mererapkan prinsip-prisip…