INDUSTRY.co.id, Yogyakarta - Selain tempat untuk berbelanja, Malioboro saat ini terkenal dengan tempat untuk berofoto-foto bagi para traveler. Sebelumnya, banyak pedagang kali lima (PKL) yang menjajakan dagangannya dipinggir-pinggir jalan Malioboro. Kini, para PKL tersebut merasa tahu diri, karena Malioboro merupakan salah satu aset destinasi wisata di Yogyakarta.

Advertisement

Para PKL tersebut mulai ikut untuk menjaga kebersihan lingkungan Malioboro. Menjaga Malioboro bersih merupakan kewajiban. Maka para pedagang pun bersepakat, memilih hari untuk bersih-bersih Malioboro.

"Inisiatif yang sangat bagus, karena kebersihan dan kesehatan itu bagian penting dalam pariwisata Indonedia," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata, seperti dikutip dari faceboook Kemenpar, Selasa (19/9/2017).

Advertisement

Menpar mengatakan, di TTCI, travel and tourism competitiveness index, ada 14 pilar yang dilihat dalam menilai daya saing pariwisata dunia. Salah satunya, healty and hygiene! Jadi, standar dunia pun mensyaratkan seperti itu.

Maka dari itu, dipilihlah setiap Selasa Wage. Di hari ini, Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro libur 24 jam. Mereka sepakat untuk rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih. Setiap 35 hari sekali, akan dilakukan kegiantan Reresik Malioboro. Selama 24 jam pedagang kaki lima akan libur berdagang untuk memberi kesempatan pembersihan.

Advertisement

Kesepakatan ini dicapai pada Rapat Koordinasi Reresik Malioboro Selasa Wage yang diadakan di ruang Rapat Antasena Kompleks Balai Kota Yogyakarta. Hadir dalam rapat tersebut Asisten Walikota, DLH Kota Yogya, Dishub, LLAJ, Satpol PP, Dinas Pariwisata, UPT Malioboro, Komunitas Reresik Sampah Visual Merdekave, dan Garuk Sampah.

Reresik Malioboro Selasa Wage ini dikoordinaikan oleh UPT Malioboro serta melibatkan para pelaku ekonomi di sekitar Malioboro. Juga melibatkan Komunitas Pedagang Kaki Lima Malioboro, Komunitas Becak, Komunitas Andong, Komunitas Lingkungan, DLH Kota, Dishubkominfo, Kepolisian, BPBD, serta masyarakat sekitar.

Advertisement

Bekti Maulana dari Garuk Sampah Jogja mengaku siap mendukung bersih-bersih Malioboro ini. Dia akan mengerahkan 15-20 orang untuk bersih-bersih pedestrian. Komunitas ini dikenal sangat peduli dengan Malioboro. Pernah, gara-gara asyik bersih-bersih sampah di Malioboro, sepedanya "disita" Satpol PP karena ditinggal begitu saja di satu tempat di jalan ini.

Kegitaran Reresik Malioboro Selasa Wage ini dimaksudkan untuk mengistirahatkan Malioboro selama 24 jam setiap Selasa Wage. Malioboro akan istirahat dari segala macam aktifitas, kecuali bagi pejalan kaki. Bersih-bersih akan diadakan rutin. Namun diawali tahap ujicoba pada Selasa Wage, 26 September 2017.

Teknis kegiatan ini akan dimulai dari pukul 00.00 dini hari hingga 09.00 WIB. Dibuka secara simbolik oleh Walikota Yogyakarta. Dengan semangat untuk menidurkan atau mengistirahatkan sementara Malioboro, acara ramai-ramai akan dibatasi. Dan akan dipertimbangkan kembali di rencana Selasa Wage berikutnya.

Gambaran acara Reresik Malioboro seperti ini:
00.00-00.15: dibuka dengan kentongan, pertanda seluruh PKL tutup, untuk selanjutnya didorong keluar dari area Malioboro.

00.15-05.00: proses sterilisasi kawasan Malioboro dari PKL, andong, dan becak.

05.00-08.00: proses pembersihan/penyapuan sampah Malioboro​ oleh relawan komunitas dan perwakilan SKPD.

08.00-09.00: proses penyiraman dan pengepelan pedestrian Malioboro oleh komunitas, relawan, dan perwakilan SKPD.

09.00-24.00: Malioboro steril dari PKL, becak, andong, dan aktifitas berat lain. Jadilah Malioboro yang senggang yang bisa dinikmati oleh para wisatawan pejalan kali. Bisa leluasa bersenda gurau atau foto selfie