INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pertumbuhan kredit tahun ini dipastikan di bawah double digit. Kisaran pertumbuhan kredit tetap 8-10% yang merupakan hasil revisi dari 10-12%  sampai akhir tahun.

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia mengakui kredit melemah karena permintaan kredit nengendur, akibat deraan  ekonomi yang   melambat.

"Bank enggak serta merta kasih kredit, namun apakah ada demannya enggak saat ini," kata dia di Jakarta, Jumat (16/9/2017).

Menurut dody, Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit macet perbankan menjadi andil kehati-hatian perbankan dalam menyakurkan kredit.

Secara rata-rata industri NPL perbankan, kata dia pada posisi 3%, posisi tersebut jauh dari aman. Sebabnya ketentuan batas atas NPL itu 5%.

"NPL industri itu saya kira rendah masih 3% sampai saat ini, ditunjang pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 5,1% sampai 5,2%," kata dia.