INDUSTRY.co.id -Jakarta-BNI Syariah kembali meraih kepercayaan sebagai The Most Reliable Bank dan The Most Efficient Bank kategori Perbankan Syariah dimana penghargaan ini merupakan tahun keempat berturut-turut BNI Syariah mendapat apresiasi di Indonesia Banking Award (IBA).

Plt Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan, penghargaan ini menjadi sebuah spirit bagi BNI Syariah untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat. Dalam hal ini BNI Syariah sebagai hasanah banking partner berkomitmen untuk memberikan solusi perbankan syariah bagi seluruh stakeholders.

 “Alhamdulillah, kami terus mendapatkan kepercayaan masyarakat dimana saat ini jumlah nasabah BNI Syariah mencapai 2 juta customer based yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan poduk dan layanan yang Hasanah sesuai maqoshid syariah/tujuan syariah. Artinya tidak hanya berorientasi profit, melainkan sebuah values Hasanah yang harapannya memberikan keberkahan dan manfaat bagi nasabah”, papar Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, Kamis (15/9/2017).

Kriteria penilaian didasari berbagai aspek diantaranya laporan keuangan 2016, rasio permodalan, Asset Quality, BOPO, Likuiditas dan Pendapatan/Keuntungan bank.

Diketahui, laba bersih BNI Syariah triwulan II- 2017 tercapai sebesar Rp 165 Miliar atau naik sebesar 13,0% dibanding tahun sebelumnya Juni 2016 sebesar Rp 146 Miliar. Dari sisi pertumbuhan aset Year on Year (YoY) naik sebesar 19,7% dari Rp 25,7 Triliun pada Juni tahun lalu menjadi sebesar Rp 30,7 Triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 18,8% dan DPK sebesar 22,1% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pembiayaan pada Juni 2016 sebesar Rp 18,9 Triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 22,5 Triliun pada Juni tahun ini. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga yang pada Juni tahun lalu sebesar Rp 21,8 Triliun meningkat menjadi Rp 26,7 Triliun pada Juni 2017, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar-% di tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 22,5 Triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 51,9% disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 21,7%, pembiayaan komersial sebesar 19,3%, pembiayaan mikro sebesar 5,6%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,5%. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 84,9%