INDUSTRY.co.id -Jakarta-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan pertumbuhan ekonomi dan daya beli tahun depan akan mengerek percepatan penyaluran kredit. Tahun depan diperkirakan kredit perbankan mampu tumbuh 13-14%.

Halim Alamsyah,Ketua Dewan Komisioner LPS mengatakan, selain factor pertumbuhan ekonomi tahun depan yang postif di kisaran 5,3-5,5%, pertumbuhan kredit tahun depan ditopang pula oleh adanya tren stabilitas inflasi.

“Soal angka kredit tahun depan saya enggak tahu, tapi apa yang disinyalir Bank Indonesia tahun depan kredit akan membaik,”kata dia di Jakarta, Kamis (15/9/2017).

Menurut mantan deputi BankIndonesia ini, pendorong kredit naik juga dipengaruhi adanya daya beli yang membaik tahun depan.Sehingga kredit mampu double digit pada 2018. Padahal kondisi penyaluran kredit hingga akhir tahun 2017, diperkirakan hanya mampu tumbuh 9%.

Dengan kondisi demikian, lanjut dia, diperkirakan perbankan tidak lagi banyak menempatkan dananya di Bank Indonesia pada tahun depan.

“Bank siap-siap melepaskan penempatan dana di BI, saya kira BI juga akan melonggarkan kebijakan moneter,”jelas dia.