INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya PT Waskita Realty akan mengembangkan kawasan Transit Oriented Development(TOD) di stasiun Bogor diatas lahan seluas 6,5 hektare (ha).
Proyek ini akan menelan investasi senilai Rp 1,6 triliun. Di lahan tersebut akan dibangun delapan tower apartemen setinggi 18 lantai dengan total kapasitas 1.500 unit. Apartemen ini juga dilengkapi dengan fasilitas ritel.
Waskita bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pengembangan kawasan TOD tersebut. Karena, proyek itu di bangun di atas lahan KAI dengan skema kerja sama Build, Operate and Transfer (BOT).
Direktur Utama Waskita Muhammad Choliqmengatakan, pengembangan TOD tersebut merupakan sinergi BUMN untuk menghadirkan hunian yang terkoneksi dengan sarana transportasi sehingga diharapkan bisa menekan kemacetan.
"Ini merupakan sinergi pertama kami dengan KAI untuk pengembangan TOD yang bertujuan untuk membenahi transportasi. Kami berharap model kerja sama ini berjalan sukses sehingga kami bisa menjalin kerja sama di proyek-proyek lain," kata Choliq di Jakarta, Senin (11/9/2017).
Choliq mengatakan, groundbreaking TOD stasiun Bogor akan dilaksanakan pada 5 Oktober 2017 dan ditargetkan rampung sebelum Oktober 2019.
Sesuai dengan arahan Menteri BUMN Rini Soemarno, Waskita Realty akan membangun sekitar 25%-30% dari total proyek yang dikembangkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemasaran hunian TOD Stasiun Bogor baru akan dipasarkan sekitar tiga bulan setelah mulai groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunannya. Adapun kerja sama BOT antara Waskita Realty dan KAI tersebut memiliki jangka waktu 50 tahun.