INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Berbagai upaya terus dilakukan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di berbagai wilayah Indonesia.

Melansir Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), hingga 22 Oktober 2026, dari total 41.554 hektare lahan terbakar, sebanyak 14.873 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara 19.708 titik panas masih terpantau.

Pemadaman dilakukan melalui jalur darat oleh personel gabungan, serta jalur udara dengan water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pemerintah mengerahkan 67.933 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Manggala Agni, MPA, relawan, Pokmas, Destana, KTPA, kelompok tani, serta RPK, perusahaan, HTI, dan GAPKI.

Sebaran personel per provinsi:

• Kalimantan Tengah: 16.387 personel

• Riau: 14.837 personel

• Kalimantan Barat: 14.458 personel

• Sumatera Selatan: 12.710 personel

• Jambi: 5.984 personel

• Kalimantan Selatan: 3.557 personel

Pemadaman Melalui Operasi Udara

Untuk operasi udara, dikerahkan 22 patroli/OMC dan 36 heli water bombing (WB) yang tersebar di:

• Kalimantan Selatan: 8 patroli/OMC, 7 WB

• Kalimantan Barat: 3 patroli/OMC, 7 WB

• Kalimantan Tengah: 2 patroli/OMC, 8 WB

• Sumatera Selatan: 4 patroli/OMC, 5 WB

• Riau: 1 patroli/OMC, 4 WB

• Jambi: 2 patroli/OMC, 3 WB

• Lampung: 1 patroli/OMC, 1 WB

• Kalimantan Timur/IKN: 1 WB

• Papua Selatan: 1 patroli/OMC

Sementara untuk modifikasi cuaca, OMC dilakukan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan dengan total semai 16 sortie / 13.600 kg.

Penegakan Hukum Karhutla

Periode 1 Januari - 22 Oktober 2026, penegakan hukum (Gakkum) terus berjalan.

Gakkum Perorangan: 286 laporan polisi, 243 tersangka, dengan total lahan terbakar 5.856,84 hektare, ditangani 13 Polda.

Gakkum Korporasi: 104 laporan polisi, 14 tersangka korporasi, dengan total lahan terbakar 29.168,78 hektare, ditangani 10 Polda + Ditjen Penegakan Hukum Polri.

Pemerintah mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat titik api. Layanan pengaduan Posko Karhutla aktif di 021-5704618, +628-131-00-35000, dan [email protected].