INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Vitalife memperkuat pendekatan edukasi kesehatan bagi komunitas pelari melalui kolaborasi dengan UNERD dan komunitas lari No Pace dalam ajang Jakarta Running Festival 2026. Melalui rangkaian kegiatan edukasi dan dukungan pemulihan tubuh, Vitalife mendorong pelari untuk tidak hanya berfokus pada performa saat berlomba, tetapi juga memperhatikan kebutuhan tubuh setelah berolahraga.
Kolaborasi ini dilakukan melalui dua inisiatif, yakni talkshow edukatif dan shake-out run bersama UNERD serta dukungan pemulihan bagi pelari komunitas No Pace yang mengikuti sejumlah kategori lomba. Inisiatif tersebut mengusung pesan bahwa pemulihan atau recovery merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang pelari.
Head of Sales & Marketing Vitalife Ratu Triamarshida mengatakan, pihaknya ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya merawat tubuh setelah menjalani aktivitas fisik.
“Melalui kolaborasi bersama UNERD dan komunitas No Pace, kami ingin membawa pesan bahwa recovery merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang pelari. Kami tidak hanya ingin hadir ketika orang berbicara tentang performa, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai pentingnya merawat tubuh setelah beraktivitas,” ujar Ratu.
Menurut dia, pemenuhan kebutuhan nutrisi harian, termasuk magnesium, dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, Vitalife berupaya menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan komunitas olahraga, khususnya pelari yang menjalani aktivitas fisik secara rutin.
Dalam rangkaian kegiatan bersama UNERD, Vitalife menggelar talkshow yang membahas peran magnesium, pemenuhan nutrisi, serta pentingnya pemulihan setelah berolahraga. Diskusi yang dipandu Tarra Budiman tersebut menghadirkan dr. Maria Lestari sebagai narasumber untuk menjelaskan kaitan antara kebutuhan nutrisi dan aktivitas fisik.
Tarra menilai, persiapan pelari tidak semestinya hanya berorientasi pada latihan dan pencapaian target waktu. Menurut dia, pemahaman terhadap kebutuhan tubuh juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan berlari yang berkelanjutan.
“Menurut saya, menarik untuk melihat bahwa persiapan seorang pelari bukan hanya tentang latihan dan mencapai target waktu. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan di luar sesi lari, termasuk bagaimana kita memahami kebutuhan tubuh sendiri. Lewat obrolan ini, kita bisa melihat recovery sebagai bagian dari perjalanan lari, bukan sesuatu yang baru dipikirkan setelah tubuh terasa lelah,” kata Tarra.
Selain edukasi, Vitalife dan UNERD menggelar shake-out run menjelang hari perlombaan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelari untuk berkumpul dan melakukan aktivitas lari ringan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Jakarta Running Festival 2026.
Sementara itu, kerja sama dengan No Pace difokuskan pada dukungan pemulihan bagi pelari yang mengikuti kategori 5K dan 21K pada Sabtu (24/10/2026), serta 10K dan full marathon pada Minggu (25/10/2026).
Melalui keterlibatan dalam kegiatan komunitas tersebut, Vitalife berupaya mendekatkan edukasi recovery dengan pengalaman pelari di lapangan. Perhatian terhadap pemulihan dinilai penting, mengingat kebutuhan tubuh tidak berhenti ketika pelari menyelesaikan jarak lomba.
Dari sisi kesehatan, recovery mencakup sejumlah faktor, mulai dari istirahat, kualitas tidur, hidrasi, asupan energi, hingga pemenuhan nutrisi. Magnesium menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi normal otot dan saraf serta metabolisme energi.
dr. Maria Lestari menjelaskan bahwa pemenuhan magnesium perlu menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan nutrisi harian, terutama bagi individu yang aktif berolahraga. Namun, ia mengingatkan bahwa pemulihan tubuh tidak bergantung pada satu jenis nutrisi atau suplemen saja.
“Magnesium memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk fungsi otot dan saraf serta metabolisme energi. Bagi individu yang aktif berolahraga, memenuhi kebutuhan nutrisi harian merupakan bagian dari upaya menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Namun, penting untuk diingat bahwa recovery merupakan proses yang menyeluruh, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis nutrisi atau suplemen,” ujar Maria.
Sejalan dengan edukasi tersebut, Vitalife memperkenalkan Vitalife Magnesium Bisglycinate 500 mg sebagai salah satu pilihan suplemen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan magnesium harian sesuai kebutuhan individu. Produk ini menjadi bagian dari portofolio suplemen kesehatan Vitalife yang menyasar masyarakat dengan gaya hidup aktif.
Vitalife mengusung konsep gentle supplement dengan produk yang diformulasikan menggunakan bahan berkualitas dan ditujukan agar nyaman dikonsumsi sehari-hari. Perusahaan juga menyatakan bahwa rangkaian produknya telah memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal.
Ratu berharap kolaborasi dalam Jakarta Running Festival 2026 dapat membuat informasi mengenai magnesium dan pemulihan tubuh semakin mudah dipahami oleh komunitas pelari.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat membuat edukasi tentang magnesium terasa lebih dekat dan relevan bagi komunitas pelari. Karena pada akhirnya, berlari bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah hari ini, tetapi juga bagaimana kita menjaga tubuh agar siap untuk melangkah kembali,” kata Ratu.
Melalui kolaborasi dengan komunitas olahraga, Vitalife berupaya memperluas pendekatan pemasaran berbasis edukasi dan gaya hidup sehat. Perusahaan menempatkan pemenuhan nutrisi serta pemulihan tubuh sebagai bagian dari kebiasaan wellness yang dapat diterapkan masyarakat dalam aktivitas olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
Pesan yang dibawa dalam Jakarta Running Festival 2026 pun menegaskan bahwa pencapaian di garis finis bukanlah akhir dari perjalanan pelari. Pemulihan, istirahat, hidrasi, dan pemenuhan nutrisi tetap menjadi bagian penting agar tubuh dapat kembali beraktivitas secara optimal.