INDUSTRY.co.id - KENTUCKY - The Nuclear Company mengumumkan proyek ambisius pembangunan kompleks energi nuklir terbesar di Amerika Serikat.

Bernama Prosperity One, kompleks ini akan dibangun di Lewis County, Kentucky, di sepanjang Sungai Ohio dengan kapasitas 6,6 gigawatt yang berasal dari enam reaktor Westinghouse AP1000.

Jika terealisasi, Prosperity One akan menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir komersial pertama di Kentucky dan salah satu yang terbesar di dunia.

Pejabat Eksekutif Bidang Nuklir The Nuclear Company, Joe Klecha, menyebut proyek ini menjawab panggilan Presiden Trump untuk mempercepat produksi energi Amerika.

"Selama beberapa generasi, masyarakat di sepanjang Sungai Ohio telah menjadi tulang punggung industri Amerika. Kami bangga bisa bermitra dengan masyarakat untuk menghadirkan lapangan kerja yang berkelanjutan, basis pajak yang lebih kuat, serta pasokan listrik yang andal bagi wilayah Kentucky," ujar Klecha.

Klecha sendiri merupakan mantan operator reaktor senior berlisensi dengan pengalaman 33 tahun, mulai dari kapal selam nuklir AS hingga memimpin konstruksi Vogtle Unit 3 dan 4.

Perusahaan telah menguasai lahan dan bermitra dengan warga setempat seperti Sam Howard, pemilik lahan yang telah tinggal seumur hidup di Lewis County.

"Saya memiliki sembilan cucu, dan semuanya tinggal di Lewis County. Saya ingin mereka memiliki kesempatan untuk tinggal. Selama bertahun-tahun, tingkat pengangguran di wilayah kami termasuk yang tertinggi di negara bagian ini," kata Howard.

Pemerintah Lewis County juga telah sepakat sejak Juli 2026 untuk mengajukan wilayahnya sebagai masyarakat siap energi nuklir di bawah Otoritas Pengembangan Energi Nuklir Kentucky.

Tahap selanjutnya meliputi karakterisasi lokasi, investigasi geoteknik, penilaian lingkungan, dan perizinan federal ke Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC) dengan target konstruksi dimulai 2028.