INDUSTRY.co.id - SINGAPURA - Dorongan dekarbonisasi di Asia mendapat amunisi baru dari Amerika Serikat.
Perusahaan investasi energi global asal AS, Energy Impact Partners (EIP), mempererat kemitraan dengan Economic Development Board (EDB) Singapura untuk memajukan inovasi energi dan dekarbonisasi.
Kemitraan strategis ini diumumkan dalam forum perdana Singapore Industry Decarbonisation Forum 2026 yang digelar EDB bersama A*STAR dan Advanced Energy and Decarbonisation Office (AEDO) di Singapura.
Langkah ini menjadi bagian dari Decarbonisation Grand Challenge Singapura, dengan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan rintisan menjanjikan untuk berkembang dan memperbesar skala bisnisnya dari Singapura ke pasar global.
Sinergi ini menggabungkan dua kekuatan. Singapura dengan basis riset, infrastruktur industri, dan konektivitasnya di Asia. Sementara EIP dengan jaringan global yang mencakup lebih dari 80 korporasi energi dan industri serta ratusan startup teknologi.
EIP sendiri bukan pemain kecil. Perusahaan yang berbasis di New York ini mengelola aset lebih dari 5 miliar dollar AS dengan lebih dari 100 profesional di kantor-kantornya di New York, San Francisco, London, Cologne, hingga Oslo.
Ke depan, EIP akan menghubungkan perusahaan-perusahaan potensial dengan ekosistem inovasi Singapura serta membuka jalur pertukaran teknis dan kolaborasi strategis antara ekosistem riset dan industri lokal.
"Kemitraan kami dengan EDB menunjukkan ambisi pendekatan Singapura terhadap transisi energi," ujar Anil Achyuta, Mitra di Frontier Investments, EIP.
"Dengan menghubungkan ekosistem EDB dengan jaringan global, kami dapat membantu startup energi yang menjanjikan menemukan jalan untuk berkembang di Singapura dan di luar Singapura," kata dia.
Wakil Presiden Eksekutif EDB Singapura, Wey-Len Lim, menyebut kemitraan ini akan membantu Singapura memperoleh wawasan teknologi baru.
"Tujuannya untuk mengembangkan dan memperluas solusi yang menjawab kebutuhan dekarbonisasi kami," ujar Lim.