Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, ESDM pastikan tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, belum ada penyesuaian harga baru
  • JKM Asia memecahkan rekor tertinggi 12 bulan baru di US$30,14/MMBtu, naik 1,72% dalam sehari dan 169,48% dibanding setahun lalu
  • Henry Hub menguat tipis ke US$2,83/MMBtu, rebound setelah jatuh ke terendah sebulan di US$2,79
  • TTF Eropa bertahan di kisaran tinggi dengan kenaikan terbatas, pasar menunggu sinyal cuaca musim dingin
  • Aramco CP Oktober tetap berlaku: propana US$680/MT dan butana US$730/MT, CP November belum diumumkan

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 23 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Jumat (23/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan stok LPG bersubsidi nasional masih terjaga di atas standar minimum, sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi bersubsidi di tengah gejolak harga energi global yang masih berlangsung.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran. LPG bersubsidi tersedia di lebih dari 259.000 pangkalan resmi Pertamina seluruh Indonesia.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas baru. Harga yang berlaku saat ini merupakan hasil penyesuaian terakhir yang berlaku sejak awal Oktober 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:

Produk Harga per 5 Oktober Harga per 23 Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau (Kepri) Rp134.000 Rp287.000

Wilayah Kepulauan Riau mencatat harga Bright Gas termahal karena status perdagangan bebas (FTZ) dan ongkos distribusi kepulauan, dengan selisih hingga Rp27.000 per tabung untuk ukuran 5,5 kg dibanding wilayah Jawa. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku mencatat harga paling rendah. Masyarakat dapat membeli Bright Gas melalui agen resmi, pangkalan, atau aplikasi MyPertamina untuk memastikan keaslian produk.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, menguat ke level US$2,83 per MMBtu pada perdagangan Kamis (22/10/2026), rebound 1,44% setelah sesi sebelumnya jatuh ke US$2,79 atau terendah dalam sebulan. Penguatan tipis ini dipicu aksi bargain hunting setelah penurunan tajam 5,86% pada sesi Rabu, sementara cuaca ringan (mild weather) di Amerika Serikat masih menekan permintaan gas untuk pemanas. Secara bulanan harga masih turun 6,37%, sementara secara tahunan turun 15,36% menurut data CFD TradingEconomics per 22 Oktober 2026.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (22 Oktober) US$2,83/MMBtu Rebound dari terendah sebulan
Perubahan Harian +US$0,04 +1,44%
Proyeksi EIA 2026 US$3,67/MMBtu Rata-rata tahunan

Faktor pendukung tetap datang dari sisi ekspor: rata-rata aliran gas ke sembilan terminal ekspor LNG utama AS berada di 18,2 bcfd sepanjang Oktober, naik dari 17,9 bcfd pada September. Produksi gas Lower 48 masih melimpah di 111,4 bcfd bulan ini, meski turun dari rekor 113,3 bcfd pada Agustus-September, sehingga penguatan harga cenderung terbatas. EIA tetap memproyeksikan rata-rata harga Henry Hub 2026 di US$3,67/MMBtu, sementara model makro Trading Economics memperkirakan harga berada di sekitar US$3,28 per MMBtu pada akhir kuartal ini. Pelaku pasar kini menunggu data inventaris mingguan EIA pekan ini untuk arah pergerakan selanjutnya.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda bertahan di level €86,99 per MWh pada penilaian 21 Oktober 2026, naik tipis 0,39% dan tetap berada di kisaran tinggi setelah menyentuh level tertinggi sejak Desember 2022 pekan ini. Sementara itu, Japan Korea Marker (JKM) untuk pasar Asia memecahkan rekor tertinggi 12 bulan baru di US$30,14 per MMBtu pada penilaian 22 Oktober 2026, melonjak 1,72% setelah sesi sebelumnya koreksi ke US$29,63. Secara mingguan JKM sudah melambung 13,30%, bulanan 15,39%, dan dibanding setahun lalu naik 169,48%, karena pembeli LNG di Jepang, Korea Selatan, dan China tetap berlomba mengamankan kargo menjelang musim dingin.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$2,83/MMBtu +1,44% Amerika Utara
TTF €86,99/MWh +0,39% Eropa (Belanda)
JKM US$30,14/MMBtu +1,72% Asia (Jepang-Korea)

TTF tetap berada di rentang tinggi €70,51-88,93 per MWh selama 30 hari terakhir dengan rata-rata €79,03 per MWh. Perlu dicatat, data CFD TradingEconomics untuk 22 Oktober menunjukkan level yang lebih tinggi di €91,04 per MWh karena instrumen dan tanggal penilaian yang berbeda dengan penilaian pasar EnergyRiskIQ yang menjadi rujukan utama. Di Asia, JKM kini berada jauh di atas level Eropa, menandakan Asia tetap membayar premium tertinggi untuk kargo spot. Katalis utamanya tetap sama: kompetisi LNG antara Eropa dan Asia untuk memperebutkan kargo yang sama di tengah pasokan global yang ketat dan level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun. Harga minyak mentah Brent sendiri berada di sekitar US$109,99 per barel, turun tipis 0,01% dalam sehari.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober 2026.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Kenaikan CP Oktober didorong oleh permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia, terutama China dan Korea Selatan, serta kenaikan harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan pricing LPG. Butana naik lebih tinggi (+10,6%) dibanding propana (+8,8%) karena permintaan dari sektor gasoline blending yang meningkat menjelang akhir tahun. Dengan harga minyak mentah Brent yang berada di sekitar US$109,99 per barel, pasar bersiap menghadapi potensi kenaikan CP November yang akan diumumkan akhir Oktober.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas Alam

Beberapa faktor utama yang menggerakkan harga gas alam global minggu ini:

  • Permintaan musim dingin Asia: Pembeli LNG Jepang, Korea Selatan, dan China masih agresif mengamankan kargo menjelang musim dingin. JKM memecahkan rekor tertinggi 12 bulan baru di US$30,14 per MMBtu, naik 13,30% dalam sepekan dan 169,48% dibanding setahun lalu.
  • Musim dingin belahan bumi utara: Level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun menjaga harga TTF di kisaran tinggi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Desember 2022. Cuaca ekstrem tetap menjadi risiko utama pasar.
  • Ketegangan Selat Hormuz: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengancam jalur pengiriman LNG, mendorong premium risiko pada harga spot Asia dan menahan harga minyak mentah Brent di sekitar US$109,99 per barel.
  • Cuaca hangat dan shale gas AS: Prakiraan suhu ringan hingga akhir Oktober menekan permintaan gas Amerika Serikat, sementara produksi shale gas yang melimpah di 111,4 bcfd membuat penguatan Henry Hub ke US$2,83 cenderung terbatas sebagai rebound teknis dari terendah sebulan.
  • Kebijakan energi Indonesia: Pemerintah tetap mempertahankan subsidi LPG 3 kg melalui APBN dan memastikan stok aman di atas standar minimum nasional, menjaga harga konsumen tetap terkendali meski harga internasional naik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga LPG dan Gas Alam

Mengapa harga LPG subsidi 3 kg tidak pernah naik?

Harga LPG 3 kg disubsidi pemerintah melalui APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina. Meski harga LPG internasional (Aramco CP) naik signifikan, harga di pangkalan tetap Rp19.000 karena perbedaan harga ditanggung oleh negara. Kementerian ESDM memastikan subsidi ini berlanjut hingga akhir 2026 dengan stok yang aman.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas setelah penyesuaian terakhir yang berlaku sejak awal Oktober 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel karena Pertamina masih menyerap kenaikan dari margin internal.

Mengapa JKM Asia terus naik ke rekor tertinggi?

JKM menembus rekor tertinggi 12 bulan baru di US$30,14/MMBtu pada 22 Oktober 2026, naik 1,72% dalam sehari dan 13,30% dalam sepekan. Kenaikan dipicu kompetisi memperebutkan kargo LNG antara Asia dan Eropa menjelang musim dingin, ditambah level penyimpanan Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun. Dibanding setahun lalu, harga JKM sudah naik 169,48%.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Henry Hub lebih murah karena AS memiliki produksi shale gas yang melimpah, sementara Asia membayar premium tertinggi untuk kargo spot.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Level penyimpanan Eropa saat ini di bawah rata-rata lima tahun membuat pasar sangat sensitif terhadap setiap sinyal cuaca dingin. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026 dengan stok aman
  • Bright Gas tidak berubah: Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) untuk wilayah Jawa
  • Henry Hub menguat tipis ke US$2,83/MMBtu, rebound setelah jatuh ke terendah sebulan di US$2,79
  • JKM pecahkan rekor tertinggi 12 bulan baru di US$30,14/MMBtu (+1,72%); TTF bertahan di €86,99/MWh dengan kenaikan terbatas 0,39%
  • Aramco CP Oktober tetap tinggi (propana US$680, butana US$730); CP November menunggu pengumuman akhir Oktober

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, EnergyRiskIQ, Tindex, BMI Research, Reuters | Penulis: Dana Putra