INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri tren pelemahan dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026).
IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36, didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Penguatan IHSG terjadi di tengah sorotan pasar terhadap potensi penurunan kelas pasar saham Indonesia oleh MSCI dan berlanjutnya arus keluar modal asing.
Fokus utama pasar hari ini tertuju pada proposal konsultasi yang dikeluarkan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Menanggapi isu tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap santai dan menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi tekanan tersebut.
Di sisi lain, lembaga pengelola dana asal Singapura, GIC dan Temasek, resmi membantah tudingan publik yang menyebut mereka berada di balik upaya menekan status bursa saham Indonesia di MSCI.
Tekanan dari investor asing masih berlanjut. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp 0,6 triliun.
Aksi jual tersebut menambah tekanan keluar modal asing yang telah terjadi sepanjang tahun 2026 dan menjadi sentimen penahan laju penguatan IHSG lebih tinggi.
Sementara itu, bursa global kompak ditutup menguat dan turut menopang sentimen domestik.
Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat didorong lonjakan saham-saham teknologi.
Dari Eropa, indeks STOXX 600 naik 0,24 persen, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,19 persen, DAX Jerman melonjak 1,35 persen, dan CAC 40 Prancis naik 1,06 persen.