INDUSTRY.co.id - Malang- Pegelaran Malang Flower Carnival 2017 mendapatkan kejutan karena jumlah peserta kegiatan yang masuk tahun ke tujuh ini melonjakan cukup signifikan karena menembus 200 peserta dari seluruh Indonesia.

Advertisement

"Setiap tahun, peserta selalu naik. Untuk tahun ini menembus angka 200. Selain perwakilan dari beberapa kota di Indonesia, juga ada wakil dari negara tetangga seperti India," kata Chairman MFC Agus Sunandar di sela pembukaan MFC 2017 di Malang, Minggu (10/9/2017)

Menurut dia, pada MFC 2016 pesertanya tidak jauh dari angka seratus. Dengan meningkatnya jumlah peserta menunjukkan kualitas pegaleran yang tahun ini bertajuk "Eksotika Bunga Nusantara" juga meningkat sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk terlibat langsung pada MFC.

Advertisement

Peserta yang terlibat selain dari Malang Raya, kata dia, juga datang dari Jember, Banyuwangi, Blitar, Pasuruan, Surabaya, Probolinggo, Yogyakarta, Bali hingga Solo. Untuk peserta asing selain dari India dan Australia.

"Kami selain hadir di sini setiap tahun, juga sudah terlibat kegiatan di 27 negara. Rencananya pada 24 September nanti kami akan terlibat di kegiatan di Paris, Prancis," katanya menambahkan.

Advertisement

Agus menegaskan MFC merupakan kegiatan yang diharapkan mampu mengembalikan citra Malang sebagai Kota Bunga. Namun, untuk pelaksanaan kegiataannya tidak menggunakan bunga hidup namun menggunakan bahan daur ulang.

MFC 2017 yang berlangsung di Jalan Ijen ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Malang Raya. Tidak hanya itu, masyarakat dari luar Malang juga hingga wisatawan asing juga terlihat menyaksikan secara langsung kegiatan yang memasuki tahun ketujuh ini.

Advertisement

Sebelum dilakukan defile, MFC 2017 dibuka secara langsung oleh perwakilan pemerintah Kota Malang dan dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esti Reko Astuti.

"Kami harapkan MFC menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang ke Malang. Makanya kegiatan ini harus dikemas dengan baik mengingat 40 persen kedatangan wisatawan karena ada daya tariknya," kata Esti Reko Astuti di sela pembukaan, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, MFC kualitasnya harus terus ditingkatkan karena kegiatan ini bisa menjadi salah satu ikon terutama di Jawa Timur maupun Indonesia. Kesempatan yang sudah ada, kata dia diharapkan terus dikembangkan karena Kementerian Pariwisata juga akan terus memberikan dukungan.

FC 2017 terbagi dalam dua kategori yaitu A untuk SD dan SMP dan B untuk SMA dan Umum. Peserta bisa bersifa perseorangan maupun mewakili instansi. Sedangkan kriteria kostum yang diperlombakan dalam ajang ini ialah karya kostum bersifat original, glamour, berdimensi besar, dan menggunakan minimal 20 persen hiasan bentuk bunga.