INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Save the Children bersama Hyundai Motor Company, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta New Future Indonesia meluncurkan proyek Hyundai Universal Solution untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta.
Program kolaborasi tersebut mengandalkan bus listrik sebagai ruang belajar keliling untuk menjangkau sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya memperluas kesempatan belajar berbasis teknologi bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kebutuhan untuk memperkuat pendidikan STEM di Indonesia masih besar. Data PISA 2025 yang menguji kemampuan remaja berusia 15 tahun di Indonesia menunjukkan hanya sekitar 36,8% siswa yang mencapai batas kompetensi minimum sains. Sementara itu, pada bidang matematika, proporsinya baru mencapai 16,9%.
Kesenjangan kemampuan tersebut juga terlihat berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Siswa dari keluarga kurang mampu tercatat jauh tertinggal dibandingkan dengan siswa dari keluarga yang lebih mampu, sehingga akses terhadap fasilitas dan metode pembelajaran yang memadai menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pendidikan.
Melalui Hyundai Universal Solution, para mitra berupaya menghadirkan pembelajaran STEM yang lebih interaktif, praktis, dan mudah dijangkau. Program ini berlangsung selama 12 bulan, mulai Oktober 2026 hingga Oktober 2027, dengan sasaran 1.300 siswa kelas VIII dan 130 guru di 13 SMP.
Dalam pelaksanaannya, satu unit bus listrik akan dioperasikan oleh Save the Children dan Hyundai Motor sebagai kelas keliling yang mengunjungi sekolah-sekolah setiap minggu. Bus tersebut membawa perangkat teknologi dan materi pembelajaran agar siswa tetap dapat memperoleh pengalaman belajar digital meskipun sekolah mereka belum memiliki fasilitas TIK yang memadai.
Ruang belajar bergerak ini akan dilengkapi komputer tablet dan berbagai bahan ajar. Siswa juga akan mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis praktik serta memanfaatkan konten digital interaktif untuk memahami konsep-konsep STEM secara lebih menyenangkan.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah gim dan konten pembelajaran berbasis Minecraft dengan tema kendaraan listrik. Materi tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami prinsip-prinsip sains dan teknologi melalui simulasi serta pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program ini menyediakan tiga video pembelajaran yang membahas konversi energi, gerak, emisi, dan keberlanjutan. Siswa juga akan memperoleh paket alat pembelajaran berupa kerajinan tangan, permainan papan, dan kartu edukatif untuk mendukung kegiatan belajar secara langsung.
Materi pembelajaran disusun dengan menyesuaikan kurikulum nasional Kemendikdasmen dan konteks lokal yang ramah anak. Fokusnya mencakup pengenalan prinsip-prinsip STEM, pengembangan sistem sekolah yang mendukung pembelajaran STEM, serta peningkatan pemahaman mengenai keamanan digital dan perlindungan anak.
Tidak hanya menyasar siswa, Hyundai Universal Solution juga memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Program ini mencakup pendampingan guru dan pembentukan komunitas praktisi agar para guru dapat saling berbagi pengalaman serta mengembangkan metode pembelajaran STEM yang lebih efektif.
Setiap sekolah peserta juga akan menerima hibah lima perangkat tablet untuk mendukung kegiatan belajar siswa. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memanfaatkan teknologi secara lebih optimal sekaligus memperkuat keberlanjutan pembelajaran setelah kegiatan kelas keliling berlangsung.
Melalui kombinasi teknologi digital, permainan edukatif, praktik langsung, dan penguatan kapasitas guru, proyek ini ditujukan untuk membantu siswa memahami konsep pelajaran dengan lebih mudah serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Kehadiran bus listrik sebagai kelas keliling juga diharapkan dapat mengurangi hambatan akses terhadap sarana pembelajaran modern. Dengan membawa perangkat dan materi pendidikan langsung ke sekolah, program ini berupaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih setara bagi siswa, tanpa terlalu bergantung pada kelengkapan fasilitas teknologi di masing-masing sekolah.
Hyundai Universal Solution menjadi bentuk kolaborasi antara sektor swasta, organisasi sosial, pemerintah, dan mitra lokal dalam memperluas akses pendidikan berbasis teknologi. Melalui program yang berlangsung hingga Oktober 2027 tersebut, para mitra menargetkan semakin banyak siswa dan guru memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi STEM yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.