INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Berawal dari berjualan gorengan, Rahmat Hidayat kini mengelola warung sembako dan usaha jual beli hasil bumi di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Usaha yang dijalankannya sejak 2023 tersebut terus berkembang setelah Rahmat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk memperkuat permodalan.

“Awalnya saya hanya berjualan gorengan. Saya kemudian terinspirasi untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan KUR BRI. Selain bunganya ringan, pelayanan yang saya terima juga sangat membantu. Alhamdulillah, usaha saya dapat terus berkembang hingga saat ini,” ujar Rahmat.

Perkembangan itu terlihat dari meningkatnya kapasitas persediaan barang dagangan di warung Rahmat. Jika sebelumnya ia hanya mampu menyediakan satu hingga dua dus untuk sejumlah produk, kini persediaannya meningkat berkali lipat.

Dampaknya, jumlah pelanggan pun meningkat dari sekitar 10 orang menjadi hingga 60 orang per hari.

“Setelah mendapatkan KUR BRI, persediaan barang di warung menjadi lebih banyak sehingga saya dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Penjualan juga meningkat seiring bertambahnya pelanggan yang datang setiap hari,” ungkap Rahmat.

Selain mengembangkan warung, Rahmat kini menjalankan layanan BRILink Agen yang diperkenalkan petugas BRI sekitar lima bulan lalu. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, seperti tarik tunai, pembayaran angsuran pinjaman, pengisian saldo dompet digital, pembelian pulsa, dan pembelian token listrik.

Kehadiran BRILink Agen milik Rahmat memberikan kemudahan bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan sepeda motor untuk memperoleh layanan perbankan. Selain melewati jalan yang terjal, warga juga perlu mengeluarkan biaya transportasi hingga sekitar Rp 100 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.

“Saya senang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan dengan lebih dekat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan yang jauh, melewati jalan terjal, dan mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk menarik uang atau membayar angsuran. Sekarang, kebutuhan transaksi tersebut dapat dilakukan di sini,” kata Rahmat.

Bagi Rahmat, perkembangan usaha dan kehadiran BRILink Agen tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Setelah memperoleh KUR BRI dan menjadi BRILink Agen, alhamdulillah usaha saya terus berkembang dan kebutuhan keluarga semakin terpenuhi. Ke depan, saya berharap usaha ini semakin maju sehingga saya dapat terus membantu masyarakat di sini memperoleh layanan perbankan dengan lebih mudah,” tambahnya.

Perkembangan usaha warung sembako milik Rahmat sejalan dengan hasil riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM". Riset tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan KUR dari BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM hingga mencapai double digit.

Berdasarkan hasil riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2 persen debitur mengalami peningkatan omzet usaha. Bila dirinci, 45,9 persen responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5 persen - 15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, melalui penyaluran KUR, BRI menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan.

"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Akhmad.