Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, ESDM pastikan tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, belum ada penyesuaian harga baru
- JKM Asia bertahan di US$30,01/MMBtu, datar dalam sehari dan tetap di level tertinggi 12 bulan terakhir
- TTF Eropa koreksi tipis ke €87,52/MWh, turun 1,07% setelah pekan lalu menyentuh tertinggi sejak Desember 2022
- Henry Hub bertahan di US$3,11/MMBtu pada penutupan Jumat, level terendah dalam lebih dari sepekan
- Aramco CP Oktober tetap berlaku: propana US$680/MT dan butana US$730/MT, CP November belum diumumkan
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 19 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Senin (19/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan stok LPG bersubsidi nasional masih terjaga di atas standar minimum, sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi bersubsidi di tengah gejolak harga energi global yang masih berlangsung.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Keterangan |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran. LPG bersubsidi tersedia di lebih dari 259.000 pangkalan resmi Pertamina seluruh Indonesia.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas baru. Harga yang berlaku saat ini merupakan hasil penyesuaian terakhir yang berlaku sejak awal Oktober 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:
| Produk | Harga per 5 Oktober | Harga per 19 Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | Rp107.000 | Tidak berubah |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | Rp230.000 | Tidak berubah |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera, Kalimantan | Rp111.000 | Rp232.000 |
| Sulawesi, Maluku | Rp100.000 | Rp209.000 |
| Papua | Rp124.000 | Rp267.000 |
| Kepulauan Riau | Rp134.000 | Rp287.000 |
Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi dan status Free Trade Zone. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.
Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub
Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, bertahan di level US$3,11 per MMBtu pada penutupan perdagangan terakhir, Jumat (16/10/2026), setelah turun lebih dari 3% di sesi sebelumnya dan menjadi level terendah dalam lebih dari sepekan. Sepanjang pekan lalu harga turun sekitar 3%, tertekan oleh produksi shale gas AS yang melimpah: rata-rata produksi Lower 48 mencapai 110,8 miliar kaki kubik per hari (bcfd) sepanjang Oktober, meski turun dari rekor 113,67 bcfd pada Agustus-September. Pasar juga mencatat injeksi stok mingguan hanya 67 bcf untuk pekan yang berakhir 9 Oktober, di bawah perkiraan analis 76 bcf dan rata-rata lima tahun 90 bcf. Pasar berjangka AS beroperasi kembali hari ini, Senin (19/10/2026), setelah libur akhir pekan.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Henry Hub (16 Oktober) | US$3,11/MMBtu | Bertahan di posisi rendah |
| Perubahan Harian | -US$0,11 | -3,42% |
| Proyeksi EIA 2026 | US$3,67/MMBtu | Rata-rata tahunan |
Penurunan Henry Hub dipicu oleh produksi gas alam AS yang mendekati level rekor sehingga pasokan melimpah meski permintaan menjelang musim dingin mulai naik. EIA tetap memproyeksikan rata-rata harga Henry Hub 2026 di US$3,67/MMBtu, lebih tinggi dari rata-rata 2025. Pelaku pasar kini menunggu data inventaris mingguan EIA pekan ini untuk arah pergerakan selanjutnya, terutama setelah injeksi pekan lalu jauh di bawah rata-rata lima tahun.
TTF Eropa dan JKM Asia
Title Transfer Facility (TTF) di Belanda terkoreksi tipis ke level €87,52 per MWh per 17 Oktober 2026, turun 1,07% dari €88,47 yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2022. Sementara itu, Japan Korea Marker (JKM) untuk pasar Asia bertahan di US$30,01 per MMBtu pada pembaruan terakhir 18 Oktober 2026, datar dalam sehari dan tetap berada di level tertinggi dalam 12 bulan terakhir. Pembeli LNG di Jepang, Korea Selatan, dan China masih berlomba mengamankan kargo menjelang musim dingin, sementara Eropa terus menarik kargo global ke Eropa Barat.
| Benchmark Gas Alam | Harga | Perubahan | Kawasan |
|---|---|---|---|
| Henry Hub | US$3,11/MMBtu | -3,42% | Amerika Utara |
| TTF | €87,52/MWh | -1,07% | Eropa (Belanda) |
| JKM | US$30,01/MMBtu | 0,00% (tetap) | Asia (Jepang-Korea) |
Meski turun 1,07% dalam sehari, TTF masih bertahan di rentang tinggi €70,51-88,47 per MWh selama 30 hari terakhir dengan rata-rata €77,74 per MWh. Di Asia, JKM sudah melonjak 15,2% dalam sepekan terakhir, 8,8% dalam sebulan, dan lebih dari 168% dibanding setahun lalu. Katalis utamanya tetap sama: kompetisi LNG antara Eropa dan Asia untuk memperebutkan kargo yang sama di tengah pasokan global yang ketat dan level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun. Spread JKM-TTF yang melebar menunjukkan Asia kini rela membayar lebih mahal untuk memenangkan kargo spot.
Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober 2026.
| Produk | CP September 2026 | CP Oktober 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Propana (C3) | US$625/MT | US$680/MT | +US$55 (+8,8%) |
| Butana (C4) | US$660/MT | US$730/MT | +US$70 (+10,6%) |
Kenaikan CP Oktober didorong oleh permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia, terutama China dan Korea Selatan, serta kenaikan harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan pricing LPG. Butana naik lebih tinggi (+10,6%) dibanding propana (+8,8%) karena permintaan dari sektor gasoline blending yang meningkat menjelang akhir tahun. Dengan harga minyak mentah Brent yang bertahan di sekitar US$109,95 per barel, pasar bersiap menghadapi potensi kenaikan CP November yang akan diumumkan akhir Oktober.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas Alam
Beberapa faktor utama yang menggerakkan harga gas alam global minggu ini:
- Permintaan musim dingin Asia: Pembeli LNG Jepang, Korea Selatan, dan China masuk ke pasar spot lebih awal untuk mengamankan kargo menjelang musim dingin, menjaga JKM di level tertinggi 12 bulan meski koreksi tipis terjadi di pasar Eropa.
- Musim dingin belahan bumi utara: Level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun menjaga harga TTF di kisaran €87-88 per MWh, dekat level tertinggi sejak Desember 2022. Cuaca ekstrem tetap menjadi risiko utama pasar.
- Ketegangan Selat Hormuz: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengancam jalur pengiriman LNG, mendorong premium risiko pada harga spot Asia dan menahan harga minyak mentah Brent di atas US$109 per barel.
- Produksi shale gas AS: Produksi gas alam AS bertahan di 110,8 bcfd sepanjang Oktober, menekan Henry Hub di level US$3,11 meski permintaan menjelang musim dingin mulai naik.
- Kebijakan energi Indonesia: Pemerintah tetap mempertahankan subsidi LPG 3 kg melalui APBN dan memastikan stok aman di atas standar minimum nasional, menjaga harga konsumen tetap terkendali meski harga internasional naik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga LPG dan Gas Alam
Mengapa harga LPG subsidi 3 kg tidak pernah naik?
Harga LPG 3 kg disubsidi pemerintah melalui APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina. Meski harga LPG internasional (Aramco CP) naik signifikan, harga di pangkalan tetap Rp19.000 karena perbedaan harga ditanggung oleh negara. Kementerian ESDM memastikan subsidi ini berlanjut hingga akhir 2026 dengan stok yang aman.
Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?
Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas setelah penyesuaian terakhir yang berlaku sejak awal Oktober 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel karena Pertamina masih menyerap kenaikan dari margin internal.
Mengapa harga JKM Asia bertahan di level tertinggi?
JKM bertahan di US$30,01/MMBtu karena pembeli LNG di Jepang, Korea Selatan, dan China tetap agresif mencari kargo menjelang musim dingin. Kondisi diperparah oleh persaingan dengan Eropa yang juga membutuhkan kargo tambahan, pasokan global yang ketat, serta ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur pengiriman. Dalam sepekan terakhir JKM sudah naik 15,2%.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Henry Hub lebih murah karena AS memiliki produksi shale gas yang melimpah, sementara Asia membayar premium tertinggi untuk kargo spot.
Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?
Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Level penyimpanan Eropa saat ini di bawah rata-rata lima tahun dan harga JKM yang sudah di tertinggi 12 bulan membuat pasar sangat sensitif terhadap setiap sinyal cuaca dingin. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026 dengan stok aman
- Bright Gas tidak berubah: Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) untuk wilayah Jawa
- JKM Asia bertahan di US$30,01 (tertinggi 12 bulan), TTF koreksi tipis ke €87,52/MWh
- Henry Hub di US$3,11 pada penutupan Jumat; Aramco CP Oktober tetap tinggi, CP November menunggu akhir Oktober
- Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, EnergyRiskIQ, Tindex, BMI Research, Reuters | Penulis: Dana Putra