INDUSTRY.co.id - HONG KONG - Perusahaan jasa keuangan global Sun Life Financial resmi memperkenalkan identitas merek global baru. Kini, penulisan namanya disatukan menjadi satu kata, yakni Sunlife, dengan logo bola matahari yang lebih modern dan slogan baru Making Life Brighter.
Pembaruan merek ini menandai babak baru transformasi Sunlife yang telah melampaui bisnis tradisional asuransi jiwa dan merambah ke manajemen aset, kesehatan, pengelolaan kekayaan, dan asuransi.
Presiden dan CEO Sunlife, Kevin Strain, mengatakan perubahan ini bukan sekadar soal tampilan.
"Ini bukan sekadar mengubah tampilan Sunlife. Ini tentang membangun merek yang selaras dengan tujuan dan ambisi kami menuju bab berikutnya," ujar Strain, Jumat (17/10/2026).
Menurut dia, penyatuan identitas global ini bertujuan menciptakan hubungan yang lebih mendalam dengan nasabah di seluruh dunia.
Asia menjadi bagian penting dari pertumbuhan Sunlife. Sunlife Asia kini melayani lebih dari 30 juta nasabah di delapan pasar, termasuk Indonesia. Kontribusi laba bersih inti dari Asia mencapai 18 persen dari total grup pada 2025, naik dari 15 persen dua tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif Bidang Nasabah dan Distribusi Sunlife Asia, David Broom, menyebut Asia telah menjadi rumah bagi Sunlife selama lebih dari 130 tahun, lebih lama dari perusahaan asuransi jiwa global lainnya.
"Merek Sunlife yang diperbarui mencerminkan bisnis yang telah kami bangun di Asia hari ini, yang lebih terhubung, lebih digital, dan lebih mampu mendukung nasabah di setiap tahap perjalanan keuangan mereka," kata Broom.
Rebranding ini juga didorong oleh perubahan kebutuhan nasabah. Riset global Sunlife terhadap 8.800 responden di delapan negara, termasuk Indonesia, menunjukkan 62 persen nasabah di Asia merasa kesehatan memengaruhi keuangan mereka, dan sebaliknya.
Bahkan, 72 persen nasabah Asia menginginkan dukungan terintegrasi yang mempertimbangkan kebutuhan kesehatan, keuangan, dan perlindungan secara bersamaan. Angka ini jauh di atas rata-rata Amerika Utara yang hanya 47 persen.
"Di seluruh Asia, masyarakat berumur lebih panjang, membangun lebih banyak kekayaan, dan mengelola kebutuhan keuangan yang semakin saling berkaitan," ujar Broom.
Perubahan logo, nama, dan slogan akan diluncurkan secara bertahap di seluruh pasar global, dimulai dari kanal digital dan titik interaksi langsung dengan nasabah. Per 30 Juni 2026, total aset kelolaan Sunlife tercatat mencapai 1,70 triliun dollar AS.