INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta. Memasuki penyelenggaraan kelima, WCCE menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan dalam diplomasi ekonomi kreatif dunia.
Konferensi ini diharapkan memperluas akses pasar bagi pegiat industri kreatif serta mengakselerasi peran ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah berakhirnya Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi dinilai memperkuat relevansi WCCE dengan transformasi kota metropolitan menuju pusat kreativitas dan inovasi global. Jakarta memiliki ekosistem bisnis, budaya, komunitas, dan industri kreatif yang beragam, didukung kawasan ramah pejalan kaki dan jaringan transportasi publik terintegrasi seperti MRT Jakarta, LRT, TransJakarta, dan KRL Commuter Line.
Kawasan strategis seperti Hotel Indonesia Kempinski sebagai tempat konferensi dan SCBD sebagai area aktivasi Creativillage telah memiliki konektivitas antarmoda dan menjelma sebagai ruang publik yang mempertemukan aktivitas ekonomi, budaya, dan kreativitas. Sebagai pusat ekonomi Indonesia yang potensial menuju 500 Tahun Jakarta, kota ini memiliki keunggulan sebagai kreatif hub dengan fasilitas MICE berstandar internasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan Indonesia memiliki alasan strategis untuk kembali menjadi tuan rumah WCCE. Indonesia merupakan penggagas konferensi ini sejak pertama kali diselenggarakan di Bali pada 2018 sekaligus pemilik kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) event WCCE.
Rekam jejak tersebut diperkuat kesinambungan penyelenggaraan di Dubai (UEA) pada 2021, Bali (Indonesia) pada 2022, dan Tashkent (Uzbekistan) pada 2024, serta kontribusi WCCE terhadap lahirnya dua Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif pada 2019 dan 2023.
“Indonesia kembali menjadi tuan rumah WCCE karena memiliki rekam jejak dalam menginisiasi dan mengembangkan forum internasional ini menjadi platform diplomasi ekonomi kreatif dunia. Kami ingin melanjutkan kontribusi tersebut dengan mempertemukan pemerintah, pegiat industri, investor, akademisi, komunitas, media, dan mitra internasional untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global,” ujar Menteri Ekraf.
Salah satu agenda utama WCCE 2026 yaitu penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah dokumen yang diharapkan menjadi landasan bagi penguatan agenda ekonomi kreatif dunia setelah periode SDGs berakhir pada 2030. Dokumen tersebut mencakup empat pilar utama, yakni teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan transformasi digital; keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan desain regeneratif; kekayaan intelektual dan hak pekerja kreatif; serta inklusivitas, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas.
“Melalui Jakarta Vision on Creative Economy, kami ingin memastikan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi atas tantangan pembangunan global. WCCE 2026 harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, mulai dari penguatan jejaring internasional dan peluang investasi hingga perluasan akses pasar serta komersialisasi kekayaan intelektual bagi pegiat ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Menteri Ekraf.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik penyelenggaraan WCCE 2026 dan menilai forum internasional ini sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi Jakarta dalam jejaring kota-kota kreatif dunia.
“Ekonomi kreatif sudah menjadi engine of growth bagi sebuah kota. Harapannya, menghadirkan gubernur atau wali kota dari berbagai kota dunia seperti Busan, akan memberikan nilai tambah bagi WCCE melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan ekonomi kreatif di tingkat perkotaan,” harap Pramono Anung.
Berbagai agenda akan mempertemukan pemangku kepentingan global melalui sesi pleno, pertemuan tingkat menteri, pertemuan bilateral, serta ruang kolaborasi dan promosi karya kreatif. Rangkaian Creativillage dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 sehingga masyarakat dan pegiat ekraf memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal dan mempromosikan produk kreatif Indonesia.
Lima hari menuju WCCE 2026, tercatat 2.044 partisipan dari 58 negara dan tujuh organisasi internasional telah mengonfirmasi kehadiran, dengan jumlah yang diperkirakan terus bertambah. Mengangkat tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 menegaskan urgensi inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam membangun masa depan ekonomi kreatif.