INDUSTRY.co.id, Jakarta-Industri barang konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG) Indonesia memiliki peluang untuk memperluas pasar ekspor seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang diproduksi di dalam negeri.
Pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA), peningkatan kapasitas produksi, dan pemenuhan standar internasional menjadi sejumlah faktor yang dapat mendukung daya saing produk nasional di pasar global.
Salah satu perusahaan yang memanfaatkan peluang tersebut adalah PT Yili Indonesia Dairy. Produsen es krim Joyday itu telah mengekspor produknya ke 19 negara dengan pengiriman yang dilakukan secara rutin setiap bulan dari Indonesia.
Perusahaan mencatat pertumbuhan volume ekspor sekitar 20–30 persen ke berbagai negara tujuan. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan nilai ekspor secara terperinci dengan alasan kerahasiaan informasi bisnis.
Upaya memperluas pasar internasional tersebut mengantarkan PT Yili Indonesia Dairy meraih Primaniyarta Award 2026 dalam kategori Eksportir Pemanfaatan FTA. Penghargaan dari Kementerian Perdagangan itu diberikan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.
Kategori Eksportir Pemanfaatan FTA merupakan salah satu kategori baru dalam Primaniyarta Award tahun ini. Kategori tersebut ditujukan untuk mendorong pelaku usaha mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan bebas guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di luar negeri.
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy Yu Miao mengatakan, Indonesia tidak hanya memiliki potensi sebagai pasar konsumen, tetapi juga sebagai basis produksi untuk memasok kebutuhan pasar internasional.
“Kami merasa terhormat menerima Primaniyarta Award 2026 dalam kategori Eksportir Pemanfaatan FTA. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Yili untuk terus memperkuat kontribusi terhadap ekspor Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan industri FMCG nasional agar semakin kompetitif di pasar global,” ujar Yu Miao.
Menurut dia, perusahaan memandang Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Dengan dukungan kapasitas produksi di dalam negeri, produk yang dihasilkan di Indonesia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai negara.
Optimalisasi perjanjian perdagangan
Dalam memperluas pasar ekspor, PT Yili Indonesia Dairy memanfaatkan skema perdagangan yang tersedia melalui FTA. Perjanjian tersebut dapat memberikan kemudahan akses ke pasar negara mitra, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan asal barang dan prosedur perdagangan.
Pemanfaatan FTA menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi produk di negara tujuan sekaligus meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara.
Selain memanfaatkan perjanjian perdagangan, perusahaan berupaya meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, efisiensi proses produksi, serta peningkatan kapasitas. Perusahaan juga menyesuaikan produknya dengan ketentuan yang berlaku di setiap negara tujuan ekspor.
Persyaratan tersebut mencakup kualitas produk, keamanan pangan, perizinan, standar mutu, regulasi setempat, dan ketentuan halal yang relevan. Pemenuhan berbagai persyaratan tersebut menjadi salah satu aspek penting agar produk yang diproduksi di Indonesia dapat diterima di pasar internasional.
Bagi industri FMCG, perluasan pasar ekspor tidak hanya bergantung pada kemampuan memenuhi permintaan, tetapi juga pada konsistensi kualitas, efisiensi biaya, dan kepatuhan terhadap regulasi di negara tujuan. Karena itu, penguatan kapasitas produksi dan pemanfaatan akses perdagangan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekspor.
Ke depan, PT Yili Indonesia Dairy menyatakan akan terus memperluas jangkauan pasar, meningkatkan volume ekspor secara berkelanjutan, serta mengoptimalkan peluang perdagangan melalui FTA.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi yang mampu memasok produk FMCG ke pasar internasional, sekaligus membuka peluang bagi produk manufaktur nasional untuk bersaing lebih luas di pasar global.
Yili Group merupakan perusahaan produk susu yang berbasis di China dan termasuk salah satu perusahaan susu terbesar di Asia. Perusahaan ini memiliki portofolio produk yang mencakup susu cair, susu bubuk, yoghurt, es krim, keju, dan kategori produk lainnya.
Yili mengoperasikan 15 pusat penelitian dan inovasi serta 81 basis produksi di berbagai negara. Produk-produknya dipasarkan di lebih dari 60 negara dan wilayah. Perusahaan juga mengembangkan produk yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai kelompok usia.