Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, belum ada penyesuaian baru
  • Henry Hub turun tajam ke US$3,11/MMBtu, level terendah dalam lebih dari sepekan
  • TTF Eropa melonjak ke €88,57/MWh, tertinggi sejak Desember 2022
  • JKM Asia naik tipis ke US$26,60/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat
  • Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT dan butana US$730/MT

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 17 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Sabtu (17/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi bersubsidi di tengah gejolak harga energi global yang masih berlangsung.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran. LPG bersubsidi tersedia di lebih dari 259.000 pangkalan resmi Pertamina seluruh Indonesia.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas baru setelah kenaikan yang berlaku sejak 5 Oktober 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:

Produk Harga per 5 Oktober Harga per 17 Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau Rp134.000 Rp287.000

Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi dan status Free Trade Zone. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, ditutup di level US$3,11 per MMBtu pada perdagangan Jumat (16/10/2026), turun lebih dari 3% dalam sehari dan menjadi level terendah dalam lebih dari sepekan. Sepanjang pekan ini harga turun sekitar 3%, tertekan oleh peningkatan produksi shale gas AS yang kembali menguat setelah pemeliharaan lapangan selesai.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (16 Oktober) US$3,11/MMBtu Turun tajam
Perubahan Harian -US$0,11 -3,42%
Proyeksi EIA 2026 US$3,67/MMBtu Rata-rata tahunan

Penurunan Henry Hub dipicu oleh kembalinya produksi gas alam AS ke level rekor setelah periode pemeliharaan lapangan, sehingga pasokan melimpah meski permintaan menjelang musim dingin mulai naik. EIA tetap memproyeksikan rata-rata harga Henry Hub 2026 di US$3,67/MMBtu, lebih tinggi dari rata-rata 2025. Pelaku pasar kini menunggu data inventaris mingguan EIA pekan depan untuk arah pergerakan selanjutnya.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda melonjak ke €88,57 per MWh pada 16 Oktober 2026, naik 2,95% dari €86,03 di hari sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak Desember 2022. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik tipis ke US$26,60 per MMBtu dari US$26,46.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,11/MMBtu -3,42% Amerika Utara
TTF €88,57/MWh +2,95% Eropa (Belanda)
JKM US$26,60/MMBtu +0,53% Asia (Jepang-Korea)

TTF Eropa melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2022 karena pasokan LNG global yang ketat dan level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun, meningkatkan kekhawatiran pasar menjelang musim dingin. Sementara JKM Asia naik tipis, kompetisi LNG antara Eropa dan Asia tetap ketat untuk memperebutkan kargo yang sama. Spread JKM-TTF yang menyempit mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan LNG spot. BMI Research menaikkan proyeksi JKM 2026 dari US$12,5 menjadi US$15,5/MMBtu akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Kenaikan CP Oktober didorong oleh permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia, terutama China dan Korea Selatan, serta kenaikan harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan pricing LPG. Butana naik lebih tinggi (+10,6%) dibanding propana (+8,8%) karena permintaan dari sektor gasoline blending yang meningkat menjelang akhir tahun.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas Alam

Beberapa faktor utama yang menggerakkan harga gas alam global minggu ini:

  • Musim dingin belahan bumi utara: Level penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun mendorong harga TTF ke tertinggi sejak Desember 2022. Cuaca ekstrem tetap menjadi risiko utama pasar.
  • Ketegangan Selat Hormuz: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengancam jalur pengiriman LNG, mendorong premium risiko pada harga spot Asia.
  • Produksi shale gas AS: Produksi gas alam AS kembali ke level rekor setelah pemeliharaan lapangan selesai, menekan Henry Hub turun lebih dari 3% dalam sehari.
  • Permintaan petrokimia Asia: Musim pemeliharaan (turnaround) pabrik petrokimia selesai, permintaan propana dan butana naik untuk operasi penuh kembali.
  • Kebijakan energi Indonesia: Pemerintah tetap mempertahankan subsidi LPG 3 kg melalui APBN, menjaga harga konsumen tetap terkendali meski harga internasional naik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga LPG dan Gas Alam

Mengapa harga LPG subsidi 3 kg tidak pernah naik?

Harga LPG 3 kg disubsidi pemerintah melalui APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina. Meski harga LPG internasional (Aramco CP) naik signifikan, harga di pangkalan tetap Rp19.000 karena perbedaan harga ditanggung oleh negara. Kementerian ESDM memastikan subsidi ini berlanjut hingga akhir 2026.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas setelah kenaikan yang berlaku sejak 5 Oktober 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel karena Pertamina masih menyerap kenaikan dari margin internal.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Henry Hub lebih murah karena AS memiliki produksi shale gas yang melimpah.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah. Namun beban subsidi di APBN bisa membengkak jika harga internasional terus naik.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Level penyimpanan Eropa saat ini di bawah rata-rata lima tahun membuat pasar lebih sensitif terhadap setiap sinyal cuaca dingin. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah: Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) untuk wilayah Jawa
  • Henry Hub turun tajam ke US$3,11, TTF melonjak ke €88,57, JKM naik tipis ke US$26,60
  • Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT, butana US$730/MT
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, BMI Research, Reuters | Penulis: Dana Putra