INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Handal Semesta Berjangka (HSB Investasi) memperkuat sistem perlindungan dana nasabah dengan meluncurkan fasilitas Client Funds Insurance senilai US$1 juta. Fasilitas ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Willis Towers Watson (WTW) Insurance Broker Indonesia dan PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) sebagai perusahaan penanggung.
HSB Investasi menyebut inisiatif tersebut menjadikannya pialang berjangka pertama di Indonesia yang melengkapi sistem keamanan dana nasabah dengan skema asuransi institusional pihak ketiga. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan investor di tengah kebutuhan terhadap perlindungan dana dan transparansi dalam perdagangan berjangka.
Direktur Kepatuhan HSB Investasi Wulan P. Pondaag mengatakan, perlindungan dana nasabah menjadi salah satu prioritas perusahaan, selain menjaga keamanan informasi pribadi pengguna.
“Bagi kami, menjaga kepercayaan nasabah bertumpu pada dua pilar utama: integritas dana dan kerahasiaan data pribadi. Selain menerapkan enkripsi tingkat tinggi untuk memastikan keamanan data nasabah di aplikasi, kehadiran asuransi perlindungan dana bersama WTW dan Aswata ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam melampaui standar kepatuhan regulasi,” ujar Wulan dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, perusahaan ingin membangun ekosistem perdagangan berjangka yang tidak hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan bagi investor.
Fasilitas Client Funds Insurance tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko institusional pialang, termasuk peristiwa kepailitan yang disertai pelanggaran hukum internal atau misconduct. Seluruh biaya perlindungan ditanggung oleh HSB Investasi melalui mekanisme perwalian (trust), sehingga nasabah yang memenuhi kriteria dapat memperoleh perlindungan tambahan tanpa membayar premi.
Kehadiran asuransi ini melengkapi mekanisme pengamanan dana yang telah diterapkan dalam operasional perusahaan. Sistem tersebut mencakup kepatuhan terhadap regulasi di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), pencatatan transaksi melalui lembaga kliring berjangka, serta penempatan dana nasabah pada rekening terpisah (segregated account) di perbankan nasional.
HSB Investasi juga menggandeng Aswata sebagai penanggung resmi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, cakupan perlindungan asuransi tetap bergantung pada ketentuan polis dan kriteria nasabah yang ditetapkan dalam fasilitas tersebut.
Dari sisi bisnis, penguatan perlindungan dana ini menjadi bagian dari upaya HSB Investasi mempertahankan daya saing di industri perdagangan berjangka. Perusahaan mengklaim telah meraih lebih dari 17 juta unduhan aplikasi dan memperoleh rating A+++ untuk periode kuartal I-2026 dari Bappebti, serta menyandang predikat Top Broker ICDX.
HSB Investasi juga mengandalkan layanan transaksi digital untuk menjangkau investor. Melalui aplikasi mobile, nasabah dapat mengakses fitur deposit melalui QRIS dan dompet digital atau e-wallet, penarikan dana cepat, serta transaksi dengan ukuran micro lot mulai 0,01 lot.
Kombinasi kemudahan transaksi dan perlindungan tambahan tersebut menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat kepercayaan pengguna terhadap layanan perdagangan derivatif. Namun, asuransi perlindungan dana institusional tidak menghilangkan risiko kerugian akibat pergerakan harga pasar yang melekat pada aktivitas trading.
Dengan fasilitas perlindungan senilai US$1 juta ini, HSB Investasi berupaya memperkuat standar pengamanan dana nasabah di tengah persaingan industri pialang berjangka. Transparansi mengenai syarat klaim, cakupan risiko, dan batas perlindungan akan menjadi faktor penting bagi nasabah dalam memahami manfaat fasilitas tersebut.