Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, harga Oktober tetap sama
  • Henry Hub US$3,22/MMBtu, stabil di level US$3,2-an menjelang musim dingin
  • TTF Eropa turun tipis ke €86,03/MWh dari €87,15, koreksi setelah reli beruntun
  • JKM Asia naik ke US$26,46/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat
  • Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT dan butana US$730/MT

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 16 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Kamis (16/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi bersubsidi di tengah gejolak harga energi global yang masih berlangsung.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran. LPG bersubsidi tersedia di lebih dari 259.000 pangkalan resmi Pertamina seluruh Indonesia.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau Rp134.000 Rp287.000

Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi dan status Free Trade Zone. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,22 per MMBtu pada perdagangan 15 Oktober 2026. Harga ini relatif stabil dibandingkan posisi US$3,23 sehari sebelumnya, seiring pasar menunggu data inventaris mingguan EIA yang akan dirilis Kamis ini.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (15 Oktober) US$3,22/MMBtu Stabil
Perubahan Harian -US$0,01 -0,31%
Proyeksi EIA 2026 US$3,67/MMBtu Rata-rata tahunan

Henry Hub bergerak sideways di kisaran US$3,20-an karena keseimbangan antara stok yang memadai dan meningkatnya permintaan menjelang musim dingin. EIA memproyeksikan rata-rata harga Henry Hub 2026 naik ke US$3,67/MMBtu, lebih tinggi dari rata-rata 2025. Produksi shale gas AS tetap kuat, menjaga harga tidak melonjak tajam.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di €86,03 per MWh pada 15 Oktober 2026, turun tipis 1,27% dari €87,15 di hari sebelumnya. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$26,46 per MMBtu dari US$26,34.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,22/MMBtu -0,31% Amerika Utara
TTF €86,03/MWh -1,27% Eropa (Belanda)
JKM US$26,46/MMBtu +0,46% Asia (Jepang-Korea)

TTF Eropa mengalami koreksi tipis setelah reli beruntun selama beberapa hari terakhir. Level penyimpanan gas Eropa dilaporkan cukup untuk menghadapi musim dingin normal, namun cuaca ekstrem tetap menjadi risiko utama. Sementara JKM Asia terus naik perlahan seiring kompetisi LNG antara Eropa dan Asia yang makin ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan LNG yang sama. BMI Research menaikkan proyeksi JKM 2026 dari US$12,5 menjadi US$15,5/MMBtu akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Kenaikan CP Oktober didorong oleh permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia, terutama China dan Korea Selatan, serta kenaikan harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan pricing LPG. Butana naik lebih tinggi (+10,6%) dibanding propana (+8,8%) karena permintaan dari sektor gasoline blending yang meningkat menjelang akhir tahun.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas Alam

Beberapa faktor utama yang menggerakkan harga gas alam global minggu ini:

  • Musim dingin belahan bumi utara: Prediksi suhu Oktober-November lebih dingin dari normal mendorong permintaan pemanasan di Eropa dan Amerika Utara. Cadangan gas Eropa di bawah rata-rata lima tahun menjadi perhatian pasar.
  • Ketegangan Selat Hormuz: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengancam jalur pengiriman LNG, mendorong premium risiko pada harga spot Asia.
  • Produksi shale gas AS: Produksi gas alam AS tetap di level rekor, menjaga Henry Hub relatif terkendali meski permintaan domestik meningkat.
  • Permintaan petrokimia Asia: Musim pemeliharaan (turnaround) pabrik petrokimia selesai, permintaan propana dan butana naik untuk operasi penuh kembali.
  • Kebijakan energi Indonesia: Pemerintah tetap mempertahankan subsidi LPG 3 kg melalui APBN, menjaga harga konsumen tetap terkendali meski harga internasional naik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga LPG dan Gas Alam

Mengapa harga LPG subsidi 3 kg tidak pernah naik?

Harga LPG 3 kg disubsidi pemerintah melalui APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina. Meski harga LPG internasional (Aramco CP) naik signifikan, harga di pangkalan tetap Rp19.000 karena perbedaan harga ditanggung oleh negara. Kementerian ESDM memastikan subsidi ini berlanjut hingga akhir 2026.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel karena Pertamina masih menyerap kenaikan dari margin internal.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Henry Hub lebih murah karena AS memiliki produksi shale gas yang melimpah.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah. Namun beban subsidi di APBN bisa membengkak jika harga internasional terus naik.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader. Risiko utama adalah cuaca ekstrem yang bisa menguras cadangan lebih cepat.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
  • Henry Hub stabil di US$3,22, TTF turun tipis ke €86,03, JKM naik ke US$26,46
  • Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT, butana US$730/MT
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, BMI Research, Reuters | Penulis: Dana Putra