INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Kemandirian finansial di masa pensiun masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data Kementerian Keuangan menunjukkan lebih dari 80% pendapatan lanjut usia di Indonesia masih ditopang anggota keluarga yang bekerja, sehingga fenomena sandwich generation terus berulang.
Tantangan kian kompleks karena risiko kesehatan meningkat seiring usia. Usia harapan hidup kini mencapai 74 tahun, namun 44 dari 100 lansia mengalami keluhan kesehatan. Di sisi lain, inflasi medis diproyeksikan menyentuh 17,8% pada 2026, tujuh kali lipat inflasi umum yang sekitar 2,5%.
Padahal, banyak pekerja merasa aman karena memiliki fasilitas kesehatan dari kantor. Faktanya, fasilitas tersebut umumnya berakhir saat memasuki masa pensiun, tepat ketika kebutuhan medis justru naik.
Tekanan serupa dirasakan generasi muda. BKKBN mencatat 1 dari 3 keluarga (33,98%) tinggal bersama lansia. Studi Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025 menyebut 88% anak muda Indonesia usia 20-35 tahun ingin memiliki proteksi agar tidak membebani keluarga di hari tua, sementara 77% anak muda Asia menempatkan keamanan finansial sebagai kecemasan utama.
Menjawab persoalan itu, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah. Produk ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia yang mengombinasikan proteksi jiwa syariah dan persiapan dana penunjang kesehatan untuk masa pensiun dalam satu polis, dengan masa perlindungan hingga 80 tahun. Hadir dalam dua pilihan, Plan Prime dan Plan Classic, dengan konsep lanjut tanpa jeda.protection.
Chief Operations Officer Prudential Syariah, Ahmir Ud Deen, mengatakan inovasi tersebut lahir dari realitas sosial yang dekat dengan banyak keluarga.
"Bapak Ibu, saya ingin bercerita sedikit tentang ayah saya. Bapak Ibu, coba sejenak kita ingat masa kecil kita bersama orang tua. Seberat apapun hidup saat itu, sebagian besar dari kita mengingatnya sebagai masa yang bahagia," ujar Ahmir saat sambutan pembukaan peluncuran PRUCare 360 Syariah, Kamis (15/10).
Ia mengenang ayahnya yang berprofesi tentara, yang memberikan masa kecil bahagia dan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Namun setelah purna tugas, tabungannya banyak terpakai untuk keluarga.
"Kami anak-anaknya tentu membantu dengan senang hati. Bagi kami itu sama sekali bukan masalah, karena itu adalah kewajiban dan juga tanggung jawab kita dalam agama Islam. Tapi bagi beliau itu berat. Seorang ayah yang seumur hidupnya memberi yang terbaik, kini harus meminta," kata Ahmir.
"Bapak Ibu, saya yakin cerita ini tidak asing bagi banyak dari kita. Ada yang hari ini sedang merawat orang tuanya, ada juga yang melihat orang tuanya harus menjual rumah atau aset di hari tua. Dan sebagian dari kita tahu, usia harapan hidup masyarakat Indonesia kini sekitar 74 tahun, sementara 44 dari 100 lansia mengalami keluhan kesehatan. Artinya, masa yang perlu kita siapkan setelah berhenti bekerja juga semakin panjang," lanjutnya.
"Di Prudential Sharia, kami percaya perlindungan seharusnya mengikuti perjalanan hidup seseorang, bukan berhenti di satu fase kehidupan. Itulah semangat yang kami bawa hari ini: Lanjut tanpa jeda, protection without pause. Perlindungan tidak terputus ketika seseorang berpindah dari usia produktif ke usia non-produktif," tegasnya.
Ahmir menambahkan, potensi asuransi syariah masih luas. Survei OJK mencatat literasi keuangan syariah mencapai 43%, tetapi baru 13% yang benar-benar menggunakan produknya. PRUCare 360 Syariah diharapkan menjadi jembatan yang relevan dengan kebutuhan proteksi berkelanjutan yang dikelola transparan berprinsip tolong-menolong.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menekankan pentingnya persiapan sejak dini untuk memutus rantai ketergantungan antar generasi.
“Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti. Melalui PRUCare 360 Syariah, kami ingin memastikan perlindungan Peserta lanjut tanpa jeda dalam satu Polis, dari usia produktif hingga usia non-produktif. Kami juga mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan perlindungan sejak dini sebagai ikhtiar menjaga amanah terhadap diri sendiri dan keluarga, sekaligus memutus rantai sandwich generation agar tidak berlanjut ke generasi berikutnya,” ujar Vivin.
Secara rinci, Chief Product and Health Officer Prudential Syariah, Ika Meynita, menjelaskan keunggulan formula 3 Proteksi, 6 Manfaat, 0 Worries.
“PRUCare 360 Syariah kami rancang untuk menjawab kebutuhan perlindungan saat fase hidup seseorang berganti agar perlindungan dapat terus berlanjut tanpa jeda. Di usia produktif, Peserta mendapatkan perlindungan jiwa dan dukungan untuk kebutuhan rawat inap (khusus Plan Prime). Saat memasuki usia non-produktif, Peserta memiliki Dana Usia Non-Produktif yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk kebutuhan perawatan kesehatan, tanpa proses underwriting ulang di titik transisi. Dengan begitu, perlindungan tidak terputus justru di saat paling dibutuhkan,” jelas Ika.
Rinciannya, 3 Proteksi meliputi jiwa hingga 80 tahun, finansial penunjang kesehatan, dan finansial bagi keluarga tercinta.
6 Manfaat mencakup: di usia produktif, Santunan Meninggal Dunia 100% Santunan Asuransi, serta Santunan Harian Rawat Inap dan ICU khusus Plan Prime. Saat memasuki masa pensiun, tersedia Dana Usia Non-Produktif minimal 100% Santunan Asuransi yang dapat digunakan untuk biaya rawat inap/pembedahan secara cashless atau reimbursement, fleksibilitas penarikan Dana Nilai Tunai hingga 10% per tahun, Santunan Meninggal Dunia 50% sebagai booster warisan, serta Manfaat Akhir Kepesertaan.
Sementara 0 Worries memberikan kepastian kontribusi tetap dengan pilihan masa pembayaran fleksibel, yakni 8 tahun, 12 tahun, atau hingga memasuki usia pensiun, sehingga bisa diselesaikan selagi masih produktif.
Dengan skema tersebut, semakin awal kepesertaan dimulai, semakin optimal manfaat yang dirasakan untuk mewujudkan janji finansial keluarga di setiap fase kehidupan.
“Kami ingin PRUCare 360 Syariah menjadi bagian dari perjalanan keluarga Indonesia di setiap fase kehidupan, membantu Peserta mewujudkan janji kepada keluarganya dalam meraih tujuan finansial di masa depan. Dengan perlindungan yang lanjut tanpa jeda, Peserta juga dapat menjalani setiap fase dengan lebih siap dan tenang,” tutup Vivin.