INDUSTRY.co.id - Jakarta – Minat investasi di kalangan mahasiswa semakin terbuka, tetapi pemahaman mengenai instrumen keuangan dan risikonya masih menjadi tantangan. Survei terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menunjukkan, 45 persen responden belum memiliki instrumen investasi, sementara 40 persen lainnya berencana mulai berinvestasi.
Melihat kondisi tersebut, PT Smartin Advisor Sistem (SAS) bersama Uhamka menggulirkan program literasi keuangan melalui diskusi bertajuk Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital di Kampus A Limau Uhamka, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Smartin juga meresmikan Smartin Investment Club di Uhamka, sebuah wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari investasi sekaligus mengasah keterampilan yang dibutuhkan di industri keuangan.
Berdasarkan survei yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 persen mahasiswa mengaku sudah memiliki investasi, sedangkan 40 persen lainnya berencana berinvestasi. Sementara itu, 60 persen responden yang belum melakukan trading atau investasi digital mengaku belum mengetahui peluang yang tersedia, 35 persen terkendala modal, dan 5 persen menilai trading tidak halal.
Menariknya, sebanyak 75 persen responden menilai klub investasi diperlukan sebagai sarana belajar. Kehadiran klub ini diharapkan dapat menjembatani tingginya minat mahasiswa dengan pemahaman investasi yang lebih matang.
Chief Business Officer (CBO) Dupoin Group International, Philip Chan mengatakan, literasi investasi penting agar generasi muda lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan.
“Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan,” ujar Philip.
Smartin Investment Club akan menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari diskusi rutin mengenai saham, aset kripto, dan perdagangan berjangka (futures), hingga kompetisi trading, pelatihan public speaking, dan pemasaran digital.
Selain meningkatkan pemahaman investasi, klub ini diharapkan membuka peluang karier mahasiswa di sektor keuangan, termasuk sebagai analis, trader, tenaga pemasaran digital, hingga profesional di bidang perbankan dan asuransi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka, Tellys Corliana mengingatkan mahasiswa agar kritis terhadap tawaran investasi digital yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi,” kata Tellys.
Market Expert sekaligus Chief Financial Analyst Dupoin Futures, Geraldo Kovit menambahkan bahwa generasi muda perlu memahami peluang dan risiko investasi sebelum menggunakan berbagai instrumen keuangan digital. Pengetahuan tersebut penting untuk menghindari investasi ilegal dan keputusan impulsif.
Sementara itu, Chief Investor Relation Dupoin Futures, Dhiraj Kelly Salwani mengingatkan, mahasiswa agar mengutamakan keamanan keuangan sebelum mengejar keuntungan investasi.
Menurut Dhiraj, investor pemula perlu membangun dana darurat, memilih instrumen sesuai tujuan keuangan, serta memeriksa legalitas platform, risiko, biaya, dan bukti transaksi sebelum menempatkan dana.
“Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung ingin cepat kaya,” tegasnya.
Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charista juga mengingatkan bahwa aset digital seperti kripto memiliki karakteristik, likuiditas, dan volatilitas yang berbeda. Karena itu, keputusan investasi tidak seharusnya hanya didasarkan pada tren atau rekomendasi orang lain.
Melalui program literasi dan pembentukan klub investasi tersebut, Smartin dan Uhamka berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara berinvestasi, tetapi juga mampu mengelola risiko, mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri keuangan di masa depan.