INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Naganaya Indonesia mulai mematangkan penyelenggaraan Indonesia Retail Investor Summit (IRIS) 2027 dengan membidik lebih dari 15.000 investor ritel dan proyeksi volume transaksi mencapai Rp 3 triliun. Ajang yang mengusung tema The Next-Gen Investors ini dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Januari 2027 di Nusantara Hall, ICE BSD City.
Sebagai langkah awal, Naganaya Indonesia menggelar soft launching IRIS 2027 bertema The New Money Mindset: How the Way We Work, Live & Build Wealth Is Changing di Parle Senayan, Jakarta, pada 9 Oktober 2026. Acara tersebut mempertemukan investor ritel, profesional muda, pelaku usaha, dan generasi investor baru melalui diskusi, jejaring bisnis, serta berbagai aktivitas bertema investasi.
Direktur Utama Naganaya Indonesia, Aditya Adiguna, mengatakan peluncuran awal tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan IRIS 2027 kepada komunitas investor dan pelaku industri.
“Cara orang bekerja, hidup, dan membangun kekayaan terus berubah, dan investor ritel membutuhkan ruang untuk belajar, berdiskusi, serta terhubung dengan ekosistem yang tepat,” ujar Aditya.
Melalui IRIS 2027, Naganaya ingin menyediakan platform yang menghubungkan kebutuhan edukasi investor dengan perkembangan industri keuangan dan investasi. Hal ini menjadi relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memahami berbagai instrumen investasi, mulai dari pasar modal hingga aset digital.
Dalam sesi diskusi The New Money Mindset, empat narasumber, yakni Albertus Axel selaku Qualified Financial Educator, Ady Nugraha selaku Co-Founder Syariah Saham, Hans Hariady selaku Founder Blocknews, serta Syifa Tria Anggraini selaku Head of Marketing Communication Naganaya Indonesia, membahas perubahan perilaku keuangan masyarakat.
Diskusi tersebut mencakup pentingnya literasi dan perencanaan keuangan, peluang investasi saham berbasis prinsip syariah, perkembangan aset digital, serta peran komunikasi dan komunitas dalam memperluas edukasi bagi investor ritel.
Selain edukasi, acara tersebut menghadirkan sejumlah aktivasi untuk menarik minat peserta dan calon mitra. Melalui Investment Lucky Draw, tiga peserta berkesempatan mendapatkan hadiah aset investasi berupa Bitcoin, saham pilihan, dan emas dengan total nilai Rp 10 juta.
Naganaya juga menawarkan diskon 40% untuk strategic spot IRIS 2027 melalui Special Live Auction. Sementara itu, program Spin the Wheel memberikan kesempatan memperoleh diskon 25% hingga 50% untuk pemesanan stan pameran dan paket sponsorship.
Aditya mengatakan, rangkaian aktivitas tersebut dirancang agar IRIS dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan audiens, tidak hanya melalui konferensi.
“Kami ingin IRIS 2027 menjadi pengalaman yang nyata, bukan sekadar konferensi. Karena itu, sejak soft launching kami menghadirkan aktivasi yang dekat dengan dunia investasi, mulai dari hadiah aset investasi hingga program khusus bagi mitra,” katanya.
Pada penyelenggaraan utama Januari 2027, IRIS akan menghadirkan berbagai program, mulai dari silent conference, lokakarya, kompetisi live trading, pameran, hingga sesi jejaring dan pertemuan antarkomunitas investor.
Cakupan instrumen investasi yang dibahas meliputi obligasi, saham dan ekuitas, kripto, komoditas, deposito berjangka, reksa dana, valuta asing atau forex, exchange-traded fund (ETF), serta derivatif. Sejumlah topik yang diangkat antara lain inflasi dan investasi, tujuan keuangan pada usia 30-an, personal branding bagi investor muda, hingga strategi mengembangkan pendapatan tambahan menjadi investasi saham.
Naganaya menargetkan IRIS 2027 dapat menarik lebih dari 15.000 investor ritel, 5.000 delegasi konferensi, lebih dari 300 peserta pameran dan kolaborator, serta 80 pembicara. Acara tersebut juga dirancang memanfaatkan area pameran seluas 3.600 meter persegi dengan proyeksi volume transaksi Rp 3 triliun.
Target tersebut menempatkan IRIS 2027 sebagai upaya mempertemukan investor ritel, pelaku industri keuangan, perusahaan, dan komunitas dalam satu ekosistem. Melalui platform ini, Naganaya berharap edukasi, kolaborasi, dan akses terhadap berbagai peluang investasi dapat semakin berkembang di Indonesia.