INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Perubahan gaya hidup masyarakat menjadi pendorong perkembangan teknologi connected home atau hunian terkoneksi di Asia. Kebutuhan rumah yang semakin multifungsi, mulai dari tempat bekerja hingga ruang berkumpul keluarga, turut membuka peluang bagi pasar pencahayaan pintar (smart lighting).
Signify (Euronext: LIGHT), perusahaan global di bidang pencahayaan, menilai masa depan connected home tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kemampuan teknologi tersebut dalam menjawab kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.
CEO Signify As Tempelman mengatakan, rumah di Asia memiliki fungsi yang semakin beragam seiring perubahan pola hidup penghuninya. Kondisi ini membuat pencahayaan menjadi salah satu elemen yang dapat disesuaikan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kita sering membicarakan connected home sebagai cerita tentang teknologi. Namun, saya meyakini bahwa connected home adalah cerita tentang manusia serta bagaimana kehidupan dan ekspektasi mereka terhadap rumah terus berkembang,” ujar As Tempelman dalam diskusi panel bertajuk “Asia’s Changing Lifestyles and the Connected Home: How Lighting Is Redefining Home – What’s Next for Asia?”.
Menurut dia, pengaturan pencahayaan dapat membantu masyarakat menyesuaikan suasana rumah dengan berbagai kebutuhan, mulai dari menjaga konsentrasi saat bekerja pada pagi hari, menikmati waktu bersama keluarga pada sore hari, hingga beristirahat pada malam hari.
Perubahan tersebut turut dipengaruhi karakteristik hunian di Asia Pasifik. Berdasarkan data Pew Research Center, lebih dari empat dari sepuluh orang di kawasan tersebut tinggal bersama keluarga besar. Di sisi lain, banyak rumah berukuran compact yang harus mengakomodasi berbagai aktivitas dalam satu ruangan.
Fleksibilitas hunian juga semakin relevan seiring perubahan pola kerja. Studi Reeracoen × Rakuten Insight mencatat sebanyak 72% pekerja di Asia Pasifik memilih sistem kerja hybrid, meskipun baru 46% yang mendapatkan kesempatan tersebut.
Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap teknologi rumah yang praktis dan mampu menyesuaikan diri dengan aktivitas penghuni tanpa menambah kerumitan penggunaan perangkat maupun aplikasi.
Signify mengungkapkan, berdasarkan kunjungan langsung ke hunian konsumen di sejumlah negara ASEAN, banyak masyarakat masih belum mengetahui langkah awal untuk menerapkan teknologi rumah pintar. Perubahan kebutuhan, seperti pindah rumah, renovasi, atau mulai berkeluarga, menjadi momentum yang mendorong konsumen mempertimbangkan teknologi tersebut.
Pencahayaan dinilai menjadi salah satu titik awal yang mudah diterapkan, termasuk untuk rumah sewa maupun hunian berukuran terbatas.
Di Indonesia, Signify melihat pencahayaan mulai dipandang sebagai elemen yang dapat meningkatkan kenyamanan rumah, termasuk di kamar anak dan area bersantai. Seiring semakin terintegrasinya teknologi pintar dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan konsumen juga mulai bergeser dari pencahayaan konvensional menuju smart lighting.
Teknologi ini memungkinkan pengguna menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis, sekaligus mengatur warna serta intensitas cahaya melalui ponsel pintar, kendali jarak jauh, atau asisten suara.
Perkembangan tersebut membuka peluang bisnis bagi industri pencahayaan pintar. Pasar smart lighting diproyeksikan meningkat dari US$27,98 miliar pada 2025 menjadi US$173,21 miliar pada 2034. Tren tersebut juga berpotensi berkembang di Indonesia seiring meningkatnya penggunaan teknologi smart home.
Untuk menangkap peluang itu, Signify menghadirkan rangkaian Philips Smart Lighting yang mencakup smart bulb, downlight, light strip, light bar, hingga smart spotlight.
President Director Signify Commercial Indonesia Dedy Bagus Pramono mengatakan, rangkaian produk tersebut dirancang untuk memudahkan konsumen mengintegrasikan pencahayaan pintar ke dalam rutinitas rumah tangga.
“Philips Smart Lighting telah dirancang agar mudah digunakan, intuitif, dan memahami kebiasaan pengguna,” ujar Dedy.
Menurut dia, beragam pilihan produk tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda-beda, sehingga teknologi pencahayaan pintar dapat diterapkan sesuai karakteristik dan aktivitas setiap rumah tangga.
Perkembangan smart lighting pun menunjukkan bahwa persaingan industri pencahayaan tidak hanya bertumpu pada produk dan teknologi, tetapi juga kemudahan penggunaan serta kemampuan perusahaan menghadirkan solusi yang relevan dengan perubahan gaya hidup konsumen.