Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, tidak berubah dari September
  • Henry Hub naik ke US$3,23/MMBtu, melanjutkan tren bullish menjelang musim dingin
  • TTF Eropa naik ke sekitar €87,74/MWh dari €76,48, permintaan pemanasan meningkat
  • JKM Asia naik ke US$26,34/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia makin ketat
  • Aramco CP Oktober naik: propana US$680/MT dan butana US$730/MT

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 15 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Rabu (15/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) tetap stabil di tengah gejolak harga energi global.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau Rp134.000 Rp287.000

Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi dan status Free Trade Zone. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,23 per MMBtu pada perdagangan 14 Oktober 2026. Harga ini naik 6,25% atau US$0,19 dari posisi US$3,04 pada awal Oktober, seiring meningkatnya permintaan menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (Hari Ini) US$3,23/MMBtu +6,25%
Perubahan dari Awal Oktober +US$0,19 Tren naik
Proyeksi EIA 2026 US$3,67/MMBtu Rata-rata tahunan

Kenaikan Henry Hub dipicu oleh prediksi suhu musim dingin yang lebih dingin dari normal di Amerika Utara. Laporan EIA menunjukkan cadangan gas alam AS masih dalam level memadai, namun permintaan pemanasan yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong harga ke atas. EIA memproyeksikan rata-rata harga Henry Hub 2026 naik ke US$3,67/MMBtu.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di sekitar €87,74 per MWh (setara US$28,53/MMBtu) pada 14 Oktober 2026, naik signifikan dari €76,48 per MWh di awal Oktober. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$26,34 per MMBtu dari US$25,78.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,23/MMBtu +6,25% Amerika Utara
TTF €87,74/MWh +14,72% Eropa (Belanda)
JKM US$26,34/MMBtu +2,17% Asia (Jepang-Korea)

Kenaikan TTF yang tajam didorong oleh meningkatnya permintaan pemanasan menjelang musim dingin dan kekhawatiran pasokan setelah penurunan aliran gas dari Rusia. Level penyimpanan gas Eropa dilaporkan di bawah rata-rata lima tahun. Sementara JKM Asia terus naik perlahan seiring kompetisi LNG antara Eropa dan Asia yang makin ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit ke sekitar US$2,19/MMBtu mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan LNG yang sama.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Produk CP September 2026 CP Oktober 2026 Perubahan
Propana (C3) US$625/MT US$680/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$660/MT US$730/MT +US$70 (+10,6%)

Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. Ekspektasi pasar sebelum pengumuman adalah propana US$646/MT dan butana US$696/MT, sehingga harga aktual lebih tinggi dari perkiraan analis.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia

  • Permintaan Musim Dingin -- prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub dan TTF naik
  • Penyimpanan Gas Eropa -- level penyimpanan gas Eropa di bawah rata-rata lima tahun mengkhawatirkan pasar, mendorong kenaikan TTF lebih dari 14%
  • Permintaan Petrokimia Asia -- produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku propilena, mendukung harga Aramco CP
  • Geopolitik Timur Tengah -- ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
  • Transisi Energi -- permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara dan Eropa
  • Nilai Tukar Rupiah -- pelemahan rupiah terhadap dolar AS menambah biaya impor LPG untuk pasar domestik

FAQ Seputar Harga LPG dan Gas

Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?

Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Mengapa harga Bright Gas belum berubah di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik signifikan, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara yang diperdagangkan di Louisiana, TTF (Title Transfer Facility) untuk Eropa yang diperdagangkan di Belanda, dan JKM (Japan Korea Marker) untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah.

Mengapa TTF Eropa naik tajam di Oktober 2026?

Kenaikan TTF dipicu oleh level penyimpanan gas Eropa yang di bawah rata-rata lima tahun menjelang musim dingin, penurunan aliran gas dari Rusia, dan meningkatnya kompetisi dengan Asia untuk kargo LNG. Harga naik lebih dari 14% dari awal Oktober.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50% dari level saat ini. Namun stok gas Eropa dan AS dilaporkan masih cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
  • Henry Hub naik ke US$3,23, TTF Eropa naik tajam ke €87,74, JKM Asia naik ke US$26,34
  • Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%)
  • Musim dingin dan penyimpanan gas Eropa yang rendah menjadi katalis utama kenaikan harga global
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, Reuters | Penulis: Dana Putra