INDUSTRY.co.id - Tangerang – Kinerja ekspor otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap menunjukkan tren positif di tengah tekanan perdagangan global. 

Saat ekspor Indonesia disebut mengalami penurunan sekitar 10 persen, ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari-September 2026 justru tumbuh sekitar 2,5 persen berkat diversifikasi pasar dan permintaan kendaraan dari sejumlah negara.
 
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor sepanjang 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 300.000 unit.
 
“Kami optimistis dapat meningkatkan ekspor hingga melampaui capaian tahun lalu yang berada di kisaran 300.000 unit,” kata Nandi di ICE BSD, Tangerang (14/10/2026).
 
Kinerja tersebut memperlihatkan pentingnya pasar internasional bagi industri otomotif nasional. Pasalnya, ekspor berkontribusi sekitar 60 persen terhadap bisnis Toyota Indonesia sehingga menjadi salah satu penopang utama keberlangsungan produksi.
 
Dari sisi tujuan pengiriman, kawasan ASEAN masih menjadi pasar ekspor terbesar Toyota Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dan Amerika Latin.
 
Sementara itu, pengiriman kendaraan ke Timur Tengah mengalami penurunan akibat konflik yang memengaruhi aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
 
Meski demikian, pelemahan di Timur Tengah dapat diimbangi dengan peningkatan ekspor ke sejumlah pasar lainnya. Strategi diversifikasi ini menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi dan perdagangan global.
 
Selain memperluas tujuan pengiriman, Toyota Indonesia juga memiliki peluang pertumbuhan melalui pengembangan kendaraan elektrifikasi, termasuk model hybrid, serta perluasan pasar komponen otomotif.
 
Adapun, sejumlah model yang menjadi andalan ekspor Toyota dari Indonesia antara lain Avanza, Fortuner, dan Kijang Innova. Selain itu, Yaris Cross juga menjadi salah satu model yang dikirim ke pasar internasional.
 
Kendaraan-kendaraan tersebut menyasar kebutuhan konsumen di berbagai negara, mulai dari kendaraan keluarga hingga SUV yang dapat menunjang mobilitas sehari-hari.
 
Di tengah tren elektrifikasi otomotif dunia, kendaraan hybrid turut membuka peluang bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar global.
 
Teknologi hybrid dinilai memiliki keunggulan karena menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik berbasis baterai.
 
"Kondisi ini membuat kendaraan hybrid relevan bagi negara-negara yang belum memiliki jaringan pengisian daya kendaraan listrik secara memadai," terangnya.
 
Toyota Bidik Pasar Global South, Meksiko Jadi Incaran
 
Selain mempertahankan pasar utama, Toyota Indonesia juga mulai memperkuat upaya menjangkau negara-negara Global South atau kelompok negara berkembang yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
 
Pasar tersebut mencakup sejumlah negara di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin dengan karakteristik serta kebutuhan kendaraan yang beragam.
 
Meksiko menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial bagi kendaraan buatan Indonesia. Avanza, misalnya, dianggap memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di negara tersebut, terutama dari sisi fungsionalitas, kemudahan perawatan, dan penggunaan sehari-hari.
 
Untuk membuka peluang tersebut, Toyota telah membahas potensi perdagangan dengan Duta Besar Meksiko. Pembicaraan itu antara lain menyangkut upaya mencari solusi atas persoalan kuota sekaligus menjajaki kesempatan memperluas pengiriman kendaraan dari Indonesia.
 
"Ini menjadi bagian dari strategi kami untuk mengidentifikasi pasar baru di tengah perubahan peta perdagangan dunia," jelas Nandi.
 
Ke depan, kemampuan Toyota Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekspor akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari permintaan global, daya saing harga, kebijakan perdagangan, hingga kesiapan industri dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.
 
Pengembangan kendaraan hybrid dan perluasan pasar ekspor juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif untuk pasar global.
 
Di tengah perlambatan pasar otomotif domestik dan ketidakpastian perdagangan internasional, ekspor menjadi semakin penting bagi keberlanjutan industri kendaraan bermotor nasional.
 
"Jika strategi diversifikasi pasar berjalan efektif, kami (Toyota Indonesia) berpeluang mempertahankan pertumbuhan pengiriman sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional," tutupnya.