INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) untuk memperkenalkan kemampuan industri nasional sekaligus mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional.

Dalam pameran perdagangan tersebut, TMMIN tidak hanya menampilkan kapabilitas industri otomotif Indonesia, tetapi juga membawa produk UMKM, termasuk kopi, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar global bagi produk lokal.
 
TMMIN turut mendukung pengembangan Kopi Wonosalam melalui perbaikan proses produksi agar kualitas produk memenuhi standar ekspor. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan ketepatan waktu pengiriman sehingga daya saing produk di pasar internasional semakin kuat.
 
Sekedar informasi, kopi Wonosalam merupakan program CSR strategis TMMIN yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menerapkan Toyota Production System (TPS).
 
Dukungan TMMIN tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar global secara konsisten.
 
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan, keikutsertaan dalam TEI menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan sektor industri dan UMKM kepada dunia internasional.
 
Hal tersebut sejalan dengan tema TEI 2026 yaitu dari lokal menjadi global, yang menekankan pentingnya membawa produk dan kemampuan produksi dalam negeri agar dapat bersaing di pasar dunia.
 
Selain memperkenalkan produk lokal, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan ekspor Indonesia.
 
Perjanjian perdagangan bebas yang tengah diproses diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. Namun, sebelum dapat diimplementasikan, kesepakatan tersebut masih harus melalui proses ratifikasi dan tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
 
"Jika perjanjian tersebut terealisasi, peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia dinilai masih sangat besar," ungkapnya.
 
Meksiko menjadi salah satu pasar yang berpotensi dikembangkan. Negara tersebut memiliki pasar otomotif yang besar, tetapi akses ekspor Indonesia masih menghadapi keterbatasan karena belum adanya perjanjian perdagangan bebas.
 
Saat ini, ekspor kendaraan Indonesia ke Meksiko dibatasi kuota sekitar 20.000 unit per tahun. Padahal, potensi pasar di negara tersebut dinilai masih dapat dimanfaatkan lebih jauh.
 
Keterbatasan kuota tersebut menjadi salah satu tantangan bagi industri otomotif nasional untuk meningkatkan penetrasi pasar di Meksiko.
 
Karena itu, pembukaan akses perdagangan yang lebih luas diharapkan dapat memberikan ruang bagi industri otomotif Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor sekaligus memperkuat daya saing di pasar internasional.
 
Perkuat Industri Nasional dan UMKM
 
Keikutsertaan TMMIN dalam Trade Expo Indonesia mencerminkan pentingnya sinergi antara penguatan industri nasional dan pengembangan UMKM dalam mendorong ekspor.
 
Perbaikan kualitas produksi, konsistensi pasokan, serta ketepatan waktu pengiriman menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar produk lokal dapat memenuhi kebutuhan pembeli internasional.
 
Dengan dukungan terhadap UMKM seperti Kopi Wonosalam, TMMIN turut mendorong agar semakin banyak produk Indonesia memiliki peluang untuk memasuki rantai pasok dan pasar global.
 
Di sisi lain, perluasan akses perdagangan melalui kesepakatan internasional juga menjadi faktor penting dalam membuka peluang ekspor baru, termasuk bagi industri otomotif.
 
"Melalui ajang TEI, kemampuan industri dan produk lokal Indonesia diharapkan semakin dikenal dunia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekspor yang lebih besar pada masa mendatang," tutup Nandi.