INDUSTRY.co.id - MANDALIKA – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatat rekor jumlah penonton dengan lebih dari 157.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Di balik kesuksesan ajang balap motor internasional tersebut, industri pertunjukan kembang api dan efek khusus turut mengambil peran dalam memperkuat daya tarik hiburan serta pengalaman penonton.
PT Mulia Fireworks Indonesia melalui Mulia Fireworks SFX dipercaya oleh InJourney, berkolaborasi dengan Syah Creative, untuk menghadirkan pertunjukan daylight fireworks, pyromusical show, dan efek khusus (special effects) dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Keterlibatan perusahaan penyedia jasa pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tidak hanya bertumpu pada kompetisi di lintasan, tetapi juga melibatkan ekosistem pendukung, termasuk produksi hiburan, tata artistik, dan teknologi efek visual.
Salah satu pertunjukan utama ditampilkan sesaat setelah penyanyi Agnez Mo membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum balapan utama dimulai. Kembang api siang hari berwarna merah diluncurkan ke langit Mandalika, menghadirkan efek visual yang mengiringi momentum nasionalisme di hadapan puluhan ribu penonton.
Pertunjukan serupa kembali menghiasi sesi podium juara pada Minggu sore. Sementara itu, di area festival, efek khusus dan pertunjukan kembang api yang diselaraskan dengan musik melengkapi rangkaian hiburan yang dibawakan Agnez Mo.
Owner Mulia Fireworks SFX Delta Raharja mengatakan, keberhasilan pertunjukan tersebut ditopang oleh persiapan teknis dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
"Moto GP Mandalika 2026 ini terasa sangat spesial bagi kami. Persiapan matang dan koordinasi yang sangat rapi bersama tim InJourney serta Syah Creative berhasil mengkolaborasikan teknis dan seni hingga mewujudkan karya monumental yang spektakuler," ujar Delta Raharja.
Dari sisi sumber daya manusia, pertunjukan tersebut turut melibatkan Adelio Delta, yang disebut perusahaan sebagai pyrotechnician termuda di Indonesia. Pada usia 16 tahun, Adelio telah terlibat dalam sejumlah acara berskala nasional dan internasional, antara lain PON XXI Aceh-Sumut, Peparnas, peringatan HUT Kemerdekaan RI, HUT TNI, Hari Bhayangkara, serta perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia ke-69 di Kuala Lumpur pada akhir Agustus 2026.
Mulia Fireworks SFX mengklaim telah menangani lebih dari 3.800 pertunjukan sejak berdiri pada 2009. Pengalaman tersebut menjadi modal perusahaan dalam menyediakan layanan kembang api dan efek khusus untuk berbagai kegiatan, mulai dari perayaan nasional hingga acara olahraga dan hiburan berskala besar.
Rekor jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 sekaligus memperlihatkan potensi kebutuhan terhadap layanan pendukung penyelenggaraan acara berskala internasional. Bagi pelaku industri pertunjukan, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kembang api, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan teknologi, kreativitas, keselamatan, dan presisi produksi sesuai standar acara global.
Keberhasilan pertunjukan di Mandalika menjadi salah satu portofolio Mulia Fireworks SFX dalam memperkuat posisinya di industri pertunjukan efek khusus nasional. Namun, di tengah meningkatnya skala acara olahraga dan hiburan, konsistensi kualitas, standar keselamatan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan produksi yang semakin kompleks akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan.