INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas utama di tengah dinamika keamanan di Timur Tengah.

Kementerian mencatat, hingga Ahad, 19 Oktober 2026, sebanyak 37 jemaah umrah berangkat dan pulang melalui King Khalid International Airport, Riyadh. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh, tidak ada jemaah Indonesia yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah terus memantau situasi dan memastikan perlindungan jemaah di Arab Saudi.

“Perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas kami, Kementerian Haji dan Umrah. Berdasarkan data yang telah terdaftar di sistem kami hingga Ahad, 19 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui King Khalid International Airport, Riyadh. Dan berdasarkan komunikasi yang kami jalin baik bersama Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam insiden tersebut,” ujar Ichsan.

Kemenhaj mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan fokus beribadah di Mekkah dan Madinah.

“Kami juga mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, fokus pada lokasi ibadah di Mekkah dan Madinah, batasi perjalanan yang tidak mendesak, serta patuhi arahan otoritas setempat dan hindari lokasi yang berpotensi rawan. Pastikan selalu berkoordinasi dengan pihak travel,” katanya.

Selain itu, Kemenhaj meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mengutamakan keselamatan jemaah.

“Kepada seluruh travel umrah, kami minta agar segala keselamatan jemaah menjadi perhatian utama. Pantau kondisi jemaah, berikan pendampingan, dan segera sampaikan setiap perubahan jadwal beserta langkah penanganannya. Pastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan,” ucap Ichsan.

Bagi calon jemaah yang belum berangkat, Kemenhaj meminta untuk memastikan status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

Keluarga jemaah di Tanah Air juga diminta tetap tenang, menjaga komunikasi dengan jemaah dan penyelenggara, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Keluarga di tanah air juga kami imbau tetap tenang serta menjaga komunikasi dengan jemaah dan penyelenggara. Jangan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Rujuk informasi dari kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi. Dan tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan,” pungkasnya.