Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, pemerintah pastikan tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung di Jawa, belum ada penyesuaian baru di Oktober
- Henry Hub naik ke US$3,25/MMBtu, tertinggi dalam sepekan jelang musim dingin belahan bumi utara
- TTF Eropa di US$27,77/MMBtu, pasokan LNG stabil namun kompetisi dengan Asia tetap ketat
- JKM Asia US$26,09/MMBtu, naik tipis seiring meningkatnya permintaan spot dari Asia Timur
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 14 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Selasa (14/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM kembali memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah menjaga harga energi bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Keterangan |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp20.000-Rp22.000 per tabung tergantung wilayah. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026, yang mengalami kenaikan signifikan dari bulan sebelumnya seiring naiknya Aramco CP Oktober. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:
| Produk | Harga per Agustus | Harga per September | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp102.000 | Rp107.000 | +Rp5.000 |
| Bright Gas 12 kg | Rp218.000 | Rp230.000 | +Rp12.000 |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung, dengan Bright Gas 5,5 kg di pangkalan mencapai Rp130.000 dan 12 kg mencapai Rp250.000.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi dan status kawasan. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera (Sumbagut) | Rp111.000 | Rp237.000 |
| Sulawesi, Maluku | Rp110.000 | Rp232.000 |
| Papua | Rp124.000 | Rp267.000 |
| Kepulauan Riau | Rp134.000 | Rp287.000 |
Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi meski berstatus kawasan perdagangan bebas. Papua juga memiliki harga tinggi di atas rata nasional akibat tantangan logistik. Sementara Sulawesi dan Maluku justru sedikit lebih murah dari Kepri karena subsidi distribusi regional.
Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub
Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,25 per MMBtu pada perdagangan 13 Oktober 2026. Harga ini naik dari posisi sebelumnya US$3,03, dipicu oleh ekspektasi permintaan pemanasan yang meningkat menjelang musim dingin di belahan bumi utara.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Henry Hub (Hari Ini) | US$3,25/MMBtu | +7,26% |
| 52-Week Range | US$2,54 - US$30,72 | Volatilitas tinggi |
| Rata-rata Oktober | ~US$3,10/MMBtu | Tren naik |
Kenaikan Henry Hub didorong oleh meningkatnya permintaan gas untuk pemanasan menjelang winter. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi katalis harga jangka pendek utama. Produksi gas alam AS juga tetap di level rekor, menjaga keseimbangan antara supply dan demand.
TTF Eropa dan JKM Asia
Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di US$27,77 per MMBtu (setara 75,80 euro per MWh) pada 13 Oktober 2026. Sementara Japan Korea Marker (JKM) untuk Asia berada di US$26,09 per MMBtu, naik tipis 0,42% dari hari sebelumnya.
| Benchmark Gas Alam | Harga | Perubahan | Kawasan |
|---|---|---|---|
| Henry Hub | US$3,25/MMBtu | +7,26% | Amerika Utara |
| TTF | US$27,77/MMBtu | Stabil | Eropa (Belanda) |
| JKM | US$26,09/MMBtu | +0,42% | Asia (Jepang-Korea) |
Level penyimpanan gas Eropa dilaporkan cukup tinggi menjelang musim dingin, menjaga harga TTF relatif stabil. Namun, kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit menunjukkan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan LNG yang terbatas dari Qatar, Australia, dan AS.
Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. Kenaikan ini berdampak langsung pada harga LPG non-subsidi di Indonesia termasuk Bright Gas.
| Produk | CP Oktober 2026 | Perubahan dari September |
|---|---|---|
| Propana (C3) | US$680/MT | +US$55/MT (naik) |
| Butana (C4) | US$730/MT | +US$70/MT (naik) |
Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana di Oktober sudah berdampak pada penyesuaian harga Bright Gas September lalu. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober, dengan ekspektasi masih di level tinggi mengingat permintaan musim dingin.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia
- Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub naik ke US$3,25
- Pasokan LNG Eropa — level penyimpanan gas Eropa yang cukup tinggi menjaga TTF relatif stabil di kisaran US$27-28/MMBtu
- Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP tetap di level US$680/MT
- Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
- Transisi Energi — permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara, khususnya Vietnam dan Filipina
FAQ Seputar Harga LPG dan Gas
Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?
Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menjamin anggaran subsidi tersedia dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.
Mengapa harga Bright Gas naik di September tapi tetap di Oktober?
Kenaikan September 2026 dipicu oleh Aramco CP Oktober yang naik US$55-70/MT. Pertamina Patra Niaga biasanya menyesuaikan harga Bright Gas sebulan sekali mengikuti pergerakan CP Aramco. Di Oktober, harga belum berubah karena CP Oktober sudah di-refleksikan di penyesuaian September.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara (Louisiana), TTF untuk Eropa (Belanda), dan JKM untuk Asia (Jepang-Korea). Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Henry Hub paling murah karena produksi shale gas AS berlimpah.
Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?
Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah melalui mekanisme HET.
Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?
Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader energi global.
Mengapa harga Bright Gas di Kepri lebih mahal dari Jawa?
Meski Kepri berstatus kawasan perdagangan bebas, biaya distribusi dari terminal LPG ke pulau-pulau kecil cukup tinggi. Ditambah margin agen dan ongkos transportasi laut, harga akhir di Kepri bisa lebih mahal Rp27.000-57.000 per tabung dibanding Jawa.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg) di Jawa, belum ada penyesuaian baru
- Henry Hub naik ke US$3,25, TTF Eropa di US$27,77, JKM Asia US$26,09 per MMBtu
- Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT, butana US$730/MT
- Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, Reuters | Penulis: Dana Putra