INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Mondelēz Indonesia memperkuat edukasi pengelolaan sampah plastik melalui program #BijakPlastikSejakDini dengan melibatkan anak-anak sekolah dasar sebagai Duta #BijakPlastikSejakDini. 

Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, program ini mendorong siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga aktif mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah.

Pengembangan peran anak sebagai duta lingkungan tersebut dikukuhkan melalui workshop bertema “Membangun Generasi Peduli Lingkungan yang Aktif dan Inspiratif melalui Duta #BijakPlastikSejakDini” pada Oktober 2026. 

Dalam kesempatan yang sama, program ini memperluas jangkauan dengan melibatkan empat sekolah binaan baru, yakni SD RK II Fransiscus Padang, SD Semen Padang, SDN Bintaro 01, dan SDN Bintaro 02.

Perluasan ini menjadi langkah Mondelēz Indonesia untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini melalui keterlibatan aktif siswa, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Moch. Salim Somad, melalui perwakilannya Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si., selaku Pembina Tim Kerja Pembinaan Peserta Didik di Direktorat Sekolah Dasar, menekankan pentingnya menanamkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.

Menurutnya, program Duta #BijakPlastikSejakDini sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pilar bermasyarakat. Melalui peran tersebut, anak-anak mendapat kesempatan untuk belajar, menjadi teladan, dan mengajak teman sebaya melakukan kebiasaan positif.

Keterlibatan anak diharapkan dapat membangun karakter yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mendorong kontribusi nyata di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Agus Rusly, S.Pi., M.Si., menilai edukasi pengelolaan sampah perlu disertai praktik langsung.

Menurut Agus, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan memilah sampah. Masyarakat juga perlu memahami jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan agar pengelolaannya lebih tepat.

Ia mengapresiasi program #BijakPlastikSejakDini yang dinilai turut mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini serta menunjukkan komitmen perusahaan terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan pengembangan Duta #BijakPlastikSejakDini merupakan kelanjutan dari program edukasi yang telah berjalan sejak 2021.

Melalui pengembangan tersebut, Mondelēz Indonesia ingin memberikan ruang lebih luas kepada anak-anak untuk mengambil peran aktif dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah plastik.

Marfusita meyakini anak-anak dapat menjadi penggerak perubahan ketika memperoleh kesempatan untuk menjadi contoh dan mengajak teman-temannya melakukan tindakan serupa. Dengan demikian, kebiasaan baik yang dimulai dari lingkungan sekolah berpotensi berkembang menjadi gerakan bersama.

Sejak 2023, #BijakPlastikSejakDini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemitraan ini memperkuat upaya membangun kebiasaan positif melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Lu'lu' Agustina, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui kebiasaan yang diterapkan secara konsisten di sekolah. Praktik seperti pengelolaan bank sampah, pemilahan sampah, dan pengurangan penggunaan plastik dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sekaligus mendukung upaya menuju Sekolah Adiwiyata.

Workshop tahun ini turut diisi dengan kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari pengukuhan para duta, berbagi pengalaman, refleksi, hingga pemberian apresiasi. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam mengajak orang lain menjaga lingkungan.

Bergabungnya dua sekolah dari Padang dan dua sekolah dari Jakarta juga membuka kesempatan bagi lebih banyak siswa untuk belajar mengenai pengelolaan sampah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini sekaligus menempatkan anak-anak bukan hanya sebagai penerima edukasi lingkungan, melainkan juga sebagai penggerak yang dapat mengajak orang-orang di sekitarnya untuk mengurangi sampah plastik dan membangun kebiasaan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.