INDUSTRY.co.id - BALI – Sebanyak 700 delegasi muda dari 25 negara berkumpul di Bali dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) XV pada 2–5 Oktober 2026.
Forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan diplomasi, kepemimpinan, negosiasi, dan komunikasi sekaligus membahas berbagai tantangan global.
Mengusung tema “Building a Just and Sustainable Future: Peace, Water Security and Social Inclusion”, AWMUN XV menyoroti pentingnya keterkaitan antara perdamaian, keamanan air, keberlanjutan lingkungan, dan inklusi sosial dalam membangun masa depan yang adil dan berkelanjutan.
Para delegasi berasal dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Australia, Bangladesh, Hungaria, India, Irlandia, Jepang, Malaysia, Filipina, Afrika Selatan, Singapura, Thailand, dan Uganda.
Kehadiran peserta dari beragam latar belakang negara memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk bertukar perspektif, memahami perbedaan, serta merumuskan solusi melalui pendekatan diplomasi dan kerja sama internasional.
AWMUN XV secara resmi dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat secara langsung, terutama dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, air memiliki peran penting bagi petani, masyarakat pesisir, hingga penduduk perkotaan. Ketersediaan air dapat menentukan keberhasilan panen, keberlangsungan mata pencaharian, serta akses masyarakat terhadap air bersih dan risiko banjir.
“Dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara setara, sehingga diperlukan solusi yang memperhatikan kondisi masyarakat dan ekosistem yang rentan,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari aspek keadilan sosial. Karena itu, upaya menghadapi perubahan iklim perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang paling rentan terhadap dampaknya.
Melalui tema yang diangkat, AWMUN XV mendorong para peserta untuk memahami isu global bukan hanya sebagai persoalan teoritis, melainkan juga sebagai tantangan nyata yang membutuhkan solusi aplikatif.
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, turut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun dialog dan kerja sama di tengah perbedaan.
Ia menilai perdamaian, keamanan air, dan inklusi sosial merupakan persoalan yang saling berkaitan. Tanpa keadilan, perdamaian sulit dipertahankan. Begitu pula tanpa akses terhadap air bersih dan aman, masyarakat akan kesulitan berkembang secara berkelanjutan.
“Pengalaman Model United Nations bukan semata-mata mengenai kompetisi, tetapi tentang kemampuan memahami perspektif yang berbeda dan mencari titik temu melalui diplomasi,” ujar Fahrizal.
Menurutnya, diplomasi yang efektif membutuhkan kemauan untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang pihak lain. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persoalan internasional yang semakin kompleks.
Melalui interaksi antard delegasi, AWMUN XV berupaya membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga pada riset, argumentasi, negosiasi, dan pencarian solusi bersama.
Selama konferensi, para peserta mengikuti simulasi sidang dengan mekanisme dan prosedur diplomasi PBB. Mereka berperan sebagai perwakilan negara yang harus melakukan riset, menyampaikan pandangan, membangun aliansi, bernegosiasi, serta menyusun rancangan resolusi.
AWMUN XV menghadirkan sejumlah council yang membahas isu-isu strategis internasional, mulai dari perlindungan lingkungan hingga keamanan regional.
Setiap sesi dipandu oleh Board of Dais yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Spanyol, Slovakia, Taiwan, Filipina, Belgia, Prancis, dan Malaysia.
Keberagaman latar belakang para pimpinan sidang memberikan pengalaman diplomasi yang lebih luas bagi peserta, sekaligus memperkenalkan cara pandang berbeda dalam merespons persoalan internasional.
Rangkaian AWMUN XV dilanjutkan melalui AWMUN Multistakeholder Forum pada Senin, 5 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan Director of the United Nations Information Centre (UNIC), perwakilan organisasi nonpemerintah (NGO) lokal di Bali, Board of Dais, delegasi terpilih, serta para kepala sekolah di Bali.
Dalam forum tersebut, para peserta mendiskusikan rancangan resolusi yang telah dikembangkan selama sesi komite. Berbagai pemangku kepentingan juga diberi kesempatan menyampaikan perspektif dan masukan terhadap gagasan yang dirumuskan para delegasi.
AWMUN XV diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda melalui pengalaman belajar, kepemimpinan, dan forum internasional.