INDUSTRY.co.id - Bekasi – Rumah Sakit (RS) President University resmi memulai operasional di Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rumah sakit ini disiapkan untuk mengembangkan layanan unggulan kanker dan jantung, sekaligus menjadi alternatif bagi pasien yang selama ini berobat ke luar negeri.

Peluncuran logo RS President University digelar pada Sabtu (10/10/2026), setelah rumah sakit tersebut mengantongi izin operasional tipe D. Berlokasi di Jalan Niaga Raya, rumah sakit ini berdiri di atas lahan sekitar 6.800 meter persegi dan menjadi bagian dari pengembangan Jababeka Medical City.

Founder President University sekaligus Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, RS President University diarahkan menjadi rumah sakit berstandar internasional yang mampu menarik pasien dari dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, tahap awal pelayanan akan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU), termasuk upaya mendeteksi kanker sejak dini. Rumah sakit juga akan menyiapkan tenaga medis dengan kemampuan bahasa asing untuk melayani pasien internasional.

Darmono menilai keberadaan ribuan pabrik dari 46 negara di kawasan Cikarang menjadi peluang bagi pengembangan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri.

“Jadi, kita harap RS President University ini bisa menjadi proyek percontohan bagi Kabupaten Bekasi, dan mendapat dukungan pemerintah serta semua pihak,” katanya.

Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat, Johanes Poso menjelaskan, RS President University telah menyiapkan layanan rawat inap dengan kapasitas awal 54 tempat tidur, instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, layanan operasi, farmasi, laboratorium, dan radiologi.

Rumah sakit tersebut juga menyiapkan layanan dokter spesialis, antara lain spesialis anak, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan. Pada tahap awal, poliklinik dan layanan MCU menjadi fasilitas yang diprioritaskan untuk beroperasi.

Ke depan, manajemen menargetkan pengembangan cancer center atau pusat layanan kanker, kemudian dilanjutkan dengan cardiac center untuk penanganan penyakit jantung. Pengembangan tersebut didukung penjajakan kerja sama internasional dengan mitra dari Taiwan dan Tiongkok.

RS President University saat ini memiliki 111 karyawan yang terdiri dari dokter, tenaga kesehatan, staf administrasi, dan tenaga pendukung.

Johanes mengatakan pihaknya juga tengah mematangkan persiapan operasional, termasuk proses akreditasi. Setelah memenuhi persyaratan yang berlaku, rumah sakit diharapkan dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menyambut kehadiran RS President University. Menurut dia, beroperasinya rumah sakit tersebut menambah jumlah rumah sakit di Kabupaten Bekasi dari 55 menjadi 56 unit.

Asep juga berkomitmen mengawal kebutuhan regulasi dan perizinan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan di daerahnya.

“Untuk terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter, yang memang kesehatan sangat saya prioritaskan,” ujarnya.

Manajemen RS President University menargetkan peluncuran rumah sakit secara keseluruhan pada November 2026. Dalam pengembangan berikutnya, kapasitas tempat tidur juga direncanakan meningkat menjadi 200 unit.

Dengan pengembangan pusat kanker dan jantung, RS President University diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi sekaligus menjadi salah satu rumah sakit rujukan di kawasan industri Jababeka.