Highlights

  • LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, pemerintah jamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, belum ada penyesuaian harga dari Pertamina di Oktober
  • Henry Hub naik tipis ke US$3,04/MMBtu, pasar menantikan laporan penyimpanan EIA pekan ini
  • TTF Eropa menguat ke US$904/1.000 m3, kekhawatiran pasokan musim dingin mendorong harga
  • JKM Asia naik ke US$28,09/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat menjelang winter
  • Aramco CP Oktober naik: propana US$680/MT dan butana US$730/MT, masing-masing naik 8,8% dan 10,6%

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG Subsidi Hari Ini 13 Oktober 2026

Harga LPG 3 kg hari ini, Senin (13/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kembali memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi energi sudah dialokasikan dalam APBN 2026 dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (Subsidi) Rp19.000 Rp22.000 Tetap (HET)

Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran. Pertamina dilaporkan menambah pasokan harian di sejumlah daerah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang akhir tahun.

Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Meski Aramco Contract Price (CP) Oktober naik signifikan, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel Bright Gas.

Produk Harga per September Harga per Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 Rp107.000 Tidak berubah
Bright Gas 12 kg Rp230.000 Rp230.000 Tidak berubah

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung. Dengan kenaikan Aramco CP Oktober, ada potensi penyesuaian harga Bright Gas di pertengahan hingga akhir Oktober.

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa, Bali, NTB Rp107.000 Rp230.000
Sumatera, Kalimantan Rp111.000 Rp232.000
Sulawesi, Maluku Rp100.000 Rp209.000
Papua Rp124.000 Rp267.000
Kepulauan Riau Rp134.000 Rp287.000

Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi ke kawasan perbatasan. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional. Harga LPG 3 kg bersubsidi di semua wilayah tetap Rp19.000 di pangkalan resmi sesuai HET.

Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub

Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,04 per MMBtu pada perdagangan terakhir (11 Oktober 2026). Harga naik tipis 1,55% dari posisi sebelumnya US$2,99, seiring meningkatnya permintaan menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Sementara itu, harga spot EIA mingguan tercatat US$4,98/MMBtu, naik signifikan dari US$3,12 pekan sebelumnya.

Indikator Nilai Keterangan
Henry Hub (Futures) US$3,04/MMBtu +1,55%
Henry Hub (Spot EIA) US$4,98/MMBtu +59,6% dari pekan lalu
Perubahan Bulanan +6,08% Tren naik

Kenaikan Henry Hub dipicu oleh ekspektasi permintaan pemanasan yang lebih tinggi menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi katalis harga jangka pendek utama. Selisih antara harga futures dan spot yang lebar mengindikasikan ketegangan pasar jangka pendek.

TTF Eropa dan JKM Asia

Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di level US$904 per 1.000 meter kubik (e84,42/MWh) pada 12 Oktober 2026, menguat dari posisi sebelumnya. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$28,09 per MMBtu pada 11 Oktober 2026, mencerminkan ketatnya kompetisi LNG global menjelang musim dingin.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
Henry Hub US$3,04/MMBtu +1,55% Amerika Utara
TTF US$904/1k m3 +3,31% Eropa (Belanda)
JKM US$28,09/MMBtu +4,69% (bulanan) Asia (Jepang-Korea)

TTF Eropa menguat seiring kekhawatiran pasokan menjelang musim dingin 2026/27. Level penyimpanan gas Eropa dilaporkan relatif rendah dibanding tahun lalu. Morgan Stanley memproyeksikan TTF bisa mencapai e130/MWh jika musim dingin lebih dingin dari normal atau gangguan pasokan dari Qatar berlanjut. Kenaikan JKM menunjukkan kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat.

Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia dan kenaikan harga minyak mentah. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.

Produk CP Oktober 2026 CP September 2026 Perubahan
Propana (C3) US$680/MT US$625/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$730/MT US$660/MT +US$70 (+10,6%)

Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. Produsen PDH (Propane Dehydrogenation) di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku plastik, mendukung harga tetap tinggi.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia

  • Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub dan TTF naik
  • Penyimpanan Gas Eropa — level penyimpanan gas Eropa yang relatif rendah menjelang winter 2026/27 mendukung kenaikan TTF, meski pasokan LNG membaik
  • Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku plastik, mendukung harga Aramco CP tetap tinggi
  • Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
  • Spot vs Futures Spread — selisih lebar antara harga spot EIA (US$4,98) dan futures Henry Hub (US$3,04) mengindikasikan ketegangan pasar jangka pendek

FAQ Seputar Harga LPG dan Gas

Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?

Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.

Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik 8-11%, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel. Penyesuaian bisa terjadi di pertengahan hingga akhir Oktober.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara (futures), TTF untuk Eropa (spot Belanda), dan JKM untuk Asia (spot Jepang-Korea). Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Saat ini JKM dan TTF jauh lebih mahal dari Henry Hub karena ketergantungan pada impor LNG.

Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik (Oktober ini +8-11%), harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik pada penyesuaian berikutnya. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah melalui skema APBN.

Mengapa harga spot EIA Henry Hub jauh lebih tinggi dari futures?

Harga spot EIA (US$4,98/MMBtu) mencerminkan harga fisik gas alam di titik pengiriman saat ini, sementara futures (US$3,04) adalah kontrak pengiriman bulan depan. Selisih lebar menunjukkan ketegangan pasokan jangka pendek — permintaan langsung tinggi sementara pasokan pipeline terbatas. Kondisi ini biasanya terjadi menjelang musim dingin.

Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?

Tergantung cuaca. Morgan Stanley memproyeksikan TTF bisa mencapai e130/MWh jika musim dingin lebih dingin dari normal atau gangguan pasokan Qatar berlanjut. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
  • Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
  • Henry Hub futures US$3,04, spot EIA US$4,98 — spread lebar indikasikan ketegangan pasar
  • TTF Eropa US$904/1k m3, JKM Asia US$28,09/MMBtu — kompetisi LNG global tetap ketat
  • Aramco CP Oktober naik signifikan: propana US$680/MT, butana US$730/MT
  • Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, EIA, LNGInsights, EnergyRiskIQ, Oil & Gas Middle East | Penulis: Dana Putra